Sparta
Template

Template Dokumen Bisnis Excel: Kumpulan Format Lengkap untuk UKM

Kumpulan template dokumen bisnis Excel untuk UKM: invoice, surat jalan, PO, kartu stok, stock opname, buku kas, dan laporan keuangan, lengkap dengan kolom dan rumusnya.

Tim Sparta9 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan 15 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia 2026 (Harga & Fitur)

Template dokumen bisnis Excel adalah format lembar kerja siap isi untuk dokumen harian usaha, seperti invoice, surat jalan, purchase order, kartu stok, form stock opname, buku kas, dan laporan laba rugi. Halaman ini menjelaskan struktur kolom dan rumus tiap template, sehingga Anda bisa membuatnya sendiri di Excel atau Google Sheets dalam beberapa menit, lalu tahu kapan sebaiknya beralih ke software.

Kami tidak menyediakan file unduhan di halaman ini. Sebagai gantinya, setiap template dijelaskan sampai ke nama kolom, urutan, dan rumusnya, karena template yang Anda susun sendiri lebih mudah disesuaikan dengan cara kerja usaha Anda dibanding file orang lain yang penuh sel terkunci. Setiap bagian juga menautkan ke panduan rinci untuk template tersebut.

Cara memakai template dengan benar

Template Excel sering gagal bukan karena formatnya jelek, tetapi karena cara pakainya. Lima aturan berikut mencegah sebagian besar masalah:

  1. Pisahkan data master dan dokumen. Buat satu sheet Barang (kode, nama, satuan, harga jual, harga pokok) dan satu sheet Pelanggan atau Supplier, lalu tarik datanya ke dokumen dengan VLOOKUP atau XLOOKUP. Jangan mengetik ulang nama dan harga di setiap dokumen.
  2. Beri nomor urut dokumen dengan pola tetap, misalnya INV/2026/10/0001. Nomor yang lompat atau dobel adalah sumber masalah pertama saat audit dan rekonsiliasi.
  3. Satu dokumen, satu baris rekap. Selain file cetakan, catat setiap dokumen di sheet rekap (nomor, tanggal, pihak, total) supaya bisa dijumlah dan difilter.
  4. Kunci sel rumus dengan fitur Protect Sheet agar tidak tertimpa angka manual.
  5. Simpan satu file induk di satu lokasi bersama, bukan salinan di laptop masing-masing staf.
Peta template dokumen bisnis untuk usaha dagang
KelompokTemplateDipakai oleh
PenjualanSurat penawaran harga, invoice, surat jalan, kwitansi, rekap piutangSales dan admin penjualan
PembelianPurchase order, form retur barang, kartu hutangAdmin pembelian
StokKartu stok, form stock opname, laporan stok, form permintaan barangKepala gudang
KeuanganBuku kas harian, kas kecil, jurnal umum, laba rugi, neracaAdmin keuangan dan pemilik

Template penjualan

1. Surat penawaran harga

Bagian atas: kop perusahaan, nomor penawaran, tanggal, nama dan alamat pelanggan, masa berlaku penawaran (misalnya 14 hari). Tabel barang memakai kolom: No, Kode Barang, Nama Barang, Satuan, Qty, Harga Satuan, Diskon %, Jumlah. Rumus Jumlah: =Qty*HargaSatuan*(1-Diskon%). Di bawah tabel: Subtotal, PPN (jika PKP), Total, lalu syarat pembayaran, estimasi waktu kirim, dan tanda tangan. Contoh isian dan kalimat penutup ada di contoh surat penawaran harga.

2. Invoice atau faktur penjualan

Bagian atas: nomor invoice, tanggal, jatuh tempo, nomor PO pelanggan, nomor surat jalan, identitas pelanggan (nama, alamat, NPWP jika PKP). Kolom tabel: No, Kode, Nama Barang, Satuan, Qty, Harga Satuan, Diskon, Jumlah. Bagian bawah untuk PKP barang non-mewah:

Rumus bagian total invoice PKP
BarisRumus ExcelContoh
Subtotal=SUM(kolom Jumlah)Rp 7.200.000
DPP nilai lain=ROUND(Subtotal*11/12;0)Rp 6.600.000
PPN 12%=ROUND(DPP*12%;0)Rp 792.000
Total tagihan=Subtotal+PPNRp 7.992.000

Hasil PPN Rp 792.000 sama dengan 11% x Rp 7.200.000, sesuai skema DPP nilai lain 11/12 untuk barang non-mewah. Invoice bukan faktur pajak. Jika Anda PKP, faktur pajaknya tetap harus diterbitkan di Coretax, lalu nomornya dicatat di invoice. Template lengkapnya dibahas di template invoice Excel, dan bedanya dengan faktur pajak di invoice vs faktur pajak.

3. Surat jalan

Surat jalan menyertai barang dan sengaja tidak mencantumkan harga, karena dibaca sopir, gudang, dan penerima di lapangan. Bagian atas: nomor surat jalan, tanggal kirim, nomor SO atau invoice, alamat kirim, nama sopir dan nomor kendaraan. Kolom: No, Kode, Nama Barang, Satuan, Qty Dikirim, Keterangan (misalnya jumlah koli). Bagian bawah wajib tiga kolom tanda tangan: bagian gudang, sopir, dan penerima dengan nama jelas serta tanggal terima. Surat jalan yang ditandatangani penerima adalah bukti serah terima saat ada sengketa. Contohnya ada di contoh surat jalan.

4. Kwitansi

Isian kwitansi: nomor kwitansi, Telah terima dari, Uang sejumlah (ditulis terbilang), Untuk pembayaran (sebutkan nomor invoice), nominal dalam angka, kota dan tanggal, tanda tangan penerima. Untuk dokumen yang menyebut penerimaan uang lebih dari Rp 5.000.000, berlaku bea meterai Rp 10.000. Format dan contoh terbilangnya ada di contoh kwitansi.

5. Rekap piutang

Satu baris per invoice kredit. Kolom: No Invoice, Tanggal, Pelanggan, Jatuh Tempo, Nilai Invoice, Sudah Dibayar, Sisa, Hari Lewat Jatuh Tempo, Kelompok Umur. Rumus Sisa: =NilaiInvoice-SudahDibayar. Rumus hari lewat: =MAX(0;TODAY()-JatuhTempo). Kelompok umur dengan IFS: =IFS(Sisa=0;"Lunas";HariLewat=0;"Belum jatuh tempo";HariLewat<=30;"1-30";HariLewat<=60;"31-60";TRUE;">60"). Lalu buat PivotTable per pelanggan dan kelompok umur. Contoh: invoice jatuh tempo 15 Oktober yang dicek 31 Oktober sudah lewat 16 hari dan masuk kelompok 1-30. Panduan lengkapnya ada di rekap piutang Excel.

Template pembelian

6. Purchase order

Bagian atas: nomor PO, tanggal, data supplier, alamat kirim atau gudang tujuan, tanggal kirim yang diminta, termin pembayaran. Kolom: No, Kode, Nama Barang, Satuan, Qty, Harga Satuan, Diskon %, Jumlah, dengan rumus yang sama seperti penawaran. Tambahkan kolom bantu Harga Terakhir yang ditarik dari sheet riwayat pembelian dengan XLOOKUP, lalu kolom Selisih %: =(HargaSatuan-HargaTerakhir)/HargaTerakhir. Beri format bersyarat merah jika lebih dari 5%. Kolom ini tidak ikut dicetak, tetapi mencegah PO dengan harga yang naik diam-diam. Contoh formatnya di contoh purchase order.

7. Form retur barang

Dipakai untuk retur ke supplier maupun dari pelanggan. Kolom: No, No Dokumen Asal (faktur atau surat jalan), Kode, Nama Barang, Satuan, Qty Retur, Alasan (rusak, salah kirim, kedaluwarsa, kelebihan), Kondisi Barang, Tindak Lanjut (ganti barang atau potong tagihan). Wajib ada tanda tangan pihak yang menyerahkan dan menerima. Form ini baru lengkap jika diikuti pengurangan stok dan hutang atau piutang, bukan hanya disimpan di map. Lihat form retur barang.

8. Kartu hutang per supplier

Satu sheet per supplier. Kolom: Tanggal, No Dokumen, Keterangan, Tambah (faktur pembelian), Kurang (pembayaran, retur, potongan), Saldo. Rumus saldo baris kedua dan seterusnya: =SaldoSebelumnya+Tambah-Kurang. Contoh: saldo awal Rp 12.000.000, faktur Rp 8.500.000, bayar Rp 12.000.000, retur Rp 450.000, saldo akhir Rp 8.050.000. Detail dan cara merekap semua supplier ada di kartu hutang Excel.

Template stok

9. Kartu stok

Satu kartu per barang per gudang. Kepala kartu: kode barang, nama, satuan, gudang, stok minimum. Kolom: Tanggal, No Dokumen, Keterangan, Masuk, Keluar, Saldo. Rumus saldo: =SaldoSebelumnya+Masuk-Keluar. Jika ingin sekaligus menghitung nilai, tambahkan kolom Harga Satuan dan Nilai Saldo.

Contoh kartu stok Oli mesin 1L, Gudang Utama, Oktober
TanggalDokumenMasukKeluarSaldo
1 OktSaldo awal120
3 OktPenerimaan PO/2026/10/0007200320
5 OktSurat jalan SJ/2026/10/0015150170
9 OktSurat jalan SJ/2026/10/003160110
12 OktRetur penjualan RJ/2026/10/00025115

Setiap baris harus punya nomor dokumen sumber. Baris tanpa dokumen adalah tanda catatan yang tidak bisa diperiksa. Template lengkap ada di kartu stok Excel.

10. Form stock opname

Kolom: No, Kode, Nama Barang, Lokasi Rak, Satuan, Stok Sistem, Stok Fisik, Selisih, Harga Pokok, Nilai Selisih. Rumus Selisih: =StokFisik-StokSistem. Rumus nilai: =Selisih*HargaPokok. Contoh lanjutan kartu stok di atas: sistem 115, fisik 111, selisih -4, harga pokok Rp 42.000, nilai selisih -Rp 168.000. Saat dicetak untuk penghitung, sembunyikan kolom Stok Sistem agar hitungan tidak terpengaruh angka catatan. Formatnya dibahas di form stock opname, dan dokumen penutupnya di berita acara stock opname.

11. Laporan stok dan stok minimum

Kolom: Kode, Nama Barang, Stok Awal, Masuk, Keluar, Stok Akhir, Stok Minimum, Status. Stok Awal, Masuk, dan Keluar ditarik dari data kartu stok dengan SUMIFS per kode dan periode. Rumus status: =IF(StokAkhir<=StokMinimum;"Pesan ulang";"Aman"). Laporan ini menjadi dasar permintaan pembelian. Lihat template laporan stok barang.

12. Form permintaan barang

Kolom: No, Kode, Nama Barang, Satuan, Qty Diminta, Gudang Tujuan, Tanggal Dibutuhkan, Alasan, Disetujui (Ya/Tidak), Catatan. Tanda tangan peminta dan penyetuju. Form ini memisahkan yang meminta dari yang membeli. Lihat form permintaan barang.

Template keuangan

13. Buku kas harian dan kas kecil

Kolom: Tanggal, No Bukti, Keterangan, Akun, Masuk, Keluar, Saldo. Rumus saldo: =SaldoSebelumnya+Masuk-Keluar. Kolom Akun diisi dengan daftar pilihan (Data Validation) dari bagan akun, supaya nanti bisa dijumlah per akun dengan SUMIF. Setiap akhir hari, saldo harus sama dengan uang fisik di laci atau saldo rekening. Lihat buku kas harian Excel dan laporan kas kecil Excel.

14. Jurnal umum

Kolom: Tanggal, No Bukti, Kode Akun, Nama Akun (ditarik otomatis dari kode), Debit, Kredit, Keterangan. Tambahkan sel kontrol di atas: =SUM(Debit)-SUM(Kredit) yang harus selalu 0, dengan format bersyarat merah jika tidak. Setiap transaksi minimal dua baris dengan No Bukti yang sama. Lihat template jurnal umum Excel.

15. Laba rugi dan neraca

Kedua laporan ini tidak diketik, tetapi dihitung dari sheet jurnal. Di sheet laporan, buat daftar akun lalu isi saldonya dengan SUMIFS dari jurnal berdasarkan kode akun dan rentang tanggal. Untuk akun pendapatan: =SUMIFS(Kredit;KodeAkun;kode)-SUMIFS(Debit;KodeAkun;kode). Untuk beban dan aset sebaliknya. Laba rugi disusun: Penjualan, HPP, Laba kotor, Beban operasional, Laba bersih. Neraca disusun: Aset lancar, Aset tetap, Liabilitas, Ekuitas, dengan laba berjalan diambil dari sheet laba rugi. Sel kontrol neraca: =TotalAset-(TotalLiabilitas+TotalEkuitas) harus 0. Lihat laporan laba rugi Excel dan template neraca Excel.

16. Daftar aset tetap

Satu baris per aset. Kolom: Kode Aset, Nama Aset, Lokasi, Tanggal Perolehan, Harga Perolehan, Nilai Residu, Umur Manfaat (bulan), Penyusutan per Bulan, Bulan Terpakai, Akumulasi Penyusutan, Nilai Buku. Dengan metode garis lurus, rumus penyusutan per bulan: =(HargaPerolehan-NilaiResidu)/UmurManfaat. Bulan terpakai: =DATEDIF(TanggalPerolehan;TanggalLaporan;"m"). Akumulasi: =MIN(PenyusutanPerBulan*BulanTerpakai;HargaPerolehan-NilaiResidu), supaya penyusutan berhenti saat aset habis disusutkan. Nilai buku: =HargaPerolehan-Akumulasi. Contoh: mobil box Rp 180.000.000, nilai residu Rp 36.000.000, umur 96 bulan, penyusutan Rp 1.500.000 per bulan. Setelah 20 bulan, akumulasinya Rp 30.000.000 dan nilai bukunya Rp 150.000.000. Lihat template daftar aset tetap Excel.

Batas penggunaan template Excel

Template Excel sangat layak untuk usaha yang baru mulai atau transaksinya sedikit. Kekurangannya baru terasa saat volume dan jumlah orang bertambah:

Di mana Excel mulai kewalahan
MasalahPenyebab di ExcelDampak
Data diketik berulangInvoice, kartu stok, dan jurnal adalah file terpisahSatu penjualan diketik tiga kali, angka tidak sinkron
Stok bisa minus di catatanTidak ada yang mencegah pengeluaran melebihi saldoPenjualan barang yang sebenarnya tidak ada
Rumus tertimpaSel bisa diubah siapa saja yang membuka fileTotal salah tanpa ada yang sadar
Tidak ada jejak perubahanFile bisa disunting dan disimpan ulangSulit menelusuri siapa mengubah harga atau jumlah
Satu file dibuka bersamaanSalinan di beberapa laptopVersi berbeda dan data hilang saat digabung
Laporan menunggu akhir bulanLaporan dihitung manual setelah semua sheet lengkapKeputusan diambil dengan angka yang sudah basi

Kapan pindah dari template ke software

Tidak ada angka pasti, tetapi tanda-tanda berikut biasanya muncul bersamaan: transaksi sudah ratusan per bulan, stok lebih dari satu gudang, lebih dari dua orang menginput data, Anda sudah PKP dan harus menerbitkan faktur pajak, atau laporan bulanan baru selesai pertengahan bulan berikutnya. Jika tiga dari lima tanda ini sudah terjadi, biaya software biasanya lebih kecil dari waktu staf yang habis untuk mengetik ulang dan mencari selisih.

Software akuntansi tidak menghapus dokumen-dokumen di atas, tetapi membuatnya otomatis dari satu kali input. Di Sparta, misalnya, penawaran, sales order, surat jalan, invoice, penerimaan, PO, dan dokumen lainnya dibuat dari data master yang sama. Posting satu faktur langsung mengurangi stok per gudang, menambah piutang, dan membentuk jurnal, lalu kartu stok, laporan piutang, laba rugi, dan neraca tersedia tanpa rumus. Tampilan cetak invoice, surat jalan, dan PO bisa diatur sendiri dengan desainer cetakan, sehingga dokumen tetap terlihat seperti format yang biasa Anda pakai.

Langkah-langkah memindahkan data dari spreadsheet dibahas di pindah dari Excel ke software akuntansi, dan perbandingan pilihan software ada di software akuntansi terbaik. Jika masih memakai Excel, mulailah dari tiga template yang paling berpengaruh ke uang: invoice, kartu stok, dan rekap piutang.

Artikel dalam topik ini

Pertanyaan yang sering diajukan