Sparta
Template

Buku Kas Harian Excel: Template dan Contoh

Template buku kas harian Excel dengan saldo berjalan dan kategori transaksi, contoh terisi, cara mengisi langkah demi langkah, dan tanda kapan harus pindah software.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Template Dokumen Bisnis Excel: Kumpulan Format Lengkap untuk UKM

Buku kas harian Excel adalah lembar kerja yang mencatat setiap uang masuk dan keluar per hari dengan saldo berjalan yang terhitung otomatis, sehingga pemilik usaha bisa tahu posisi kas terkini tanpa menunggu rekap akhir bulan. Template ini cukup untuk mengelola satu kas fisik atau satu rekening, di atas itu, misalnya beberapa kas cabang sekaligus, mulai lebih baik pindah ke software.

Kegunaan buku kas harian

Buku kas harian berfungsi sebagai catatan pertama arus kas sebelum direkap menjadi laporan arus kas bulanan. Bedanya dengan jurnal umum: buku kas harian fokus pada satu akun saja (kas atau bank tertentu), dicatat lebih sering (bisa beberapa kali sehari), dan tujuannya memantau saldo real-time, bukan mencatat semua jenis transaksi akuntansi.

Isi dan kolom yang wajib ada

Kolom wajib template buku kas harian
KolomIsiContoh
TanggalTanggal transaksi12/09/2026
KeteranganPenjelasan transaksiPembayaran listrik toko
KategoriJenis transaksi untuk rekapOperasional
MasukNominal uang masuk0
KeluarNominal uang keluar850.000
SaldoSaldo berjalan setelah transaksi12.450.000

Contoh terisi

Sebuah toko sparepart mencatat kas hariannya sebagai berikut, dimulai dari saldo awal Rp 13.300.000 pada 12 September 2026.

Contoh buku kas harian terisi
TanggalKeteranganKategoriMasukKeluarSaldo
12/09/2026Saldo awal---13.300.000
12/09/2026Penjualan tunaiPenjualan2.500.000015.800.000
12/09/2026Pembayaran listrik tokoOperasional0850.00014.950.000
12/09/2026Pembelian tunai ke supplierPembelian03.200.00011.750.000
13/09/2026Penjualan tunaiPenjualan1.800.000013.550.000

Saldo di baris terakhir (Rp 13.550.000) dihitung dari saldo sebelumnya ditambah uang masuk dikurangi uang keluar hari itu: Rp 11.750.000 + Rp 1.800.000 - Rp 0 = Rp 13.550.000. Rumus Excel untuk kolom saldo biasanya berupa referensi ke saldo baris sebelumnya ditambah kolom Masuk dikurangi kolom Keluar pada baris yang sama.

Cara mengisi langkah demi langkah

  1. Tetapkan saldo awal di baris pertama, sesuai kas fisik atau saldo rekening yang benar-benar ada saat itu.
  2. Setiap ada transaksi kas, catat segera di baris baru dengan tanggal, keterangan yang jelas, dan kategori untuk memudahkan rekap nanti.
  3. Isi kolom Masuk atau Keluar sesuai jenis transaksi, jangan mengisi keduanya sekaligus di baris yang sama.
  4. Pastikan rumus saldo di setiap baris merujuk ke saldo baris sebelumnya, sehingga saldo selalu otomatis terupdate saat baris baru ditambahkan.
  5. Cocokkan saldo akhir hari dengan kas fisik atau mutasi rekening di akhir hari, catat selisih jika ada, jangan biarkan menggantung.
  6. Rekap kategori transaksi di akhir bulan untuk melihat pola pengeluaran terbesar, misalnya operasional vs pembelian barang dagang.

Menambahkan kategori dan subtotal

Untuk memudahkan analisis, tambahkan kolom kategori seperti pada contoh di atas (Penjualan, Operasional, Pembelian, Gaji) dan buat rumus SUMIF untuk menjumlahkan total per kategori di sheet terpisah. Misalnya total kategori Operasional bulan September bisa dihitung dengan =SUMIF(Kategori, "Operasional", Keluar). Dari sini Anda bisa melihat kategori mana yang menghabiskan kas paling banyak setiap bulan tanpa harus membaca satu per satu baris transaksi.

Sebagai contoh, toko sparepart pada ilustrasi di atas bisa merekap bulan September: total kategori Penjualan Rp 45.000.000, Operasional Rp 6.200.000, dan Pembelian Rp 28.500.000. Dari rekap ini terlihat proporsi pembelian terhadap penjualan sekitar 63%, sebuah rasio yang bisa dipantau dari bulan ke bulan untuk melihat apakah margin kotor bisnis stabil atau menurun.

Mengelola kas kecil (petty cash) terpisah

Untuk bisnis dengan kas kecil operasional harian (misalnya untuk membeli perlengkapan kecil atau ongkos kirim mendadak), sebaiknya buat buku kas harian terpisah dari kas utama penjualan. Kas kecil biasanya diisi ulang (replenish) dengan nominal tetap setiap periode, misalnya Rp 2.000.000 per minggu, dan setiap pengeluaran dari kas kecil tetap dicatat dengan bukti seperti struk atau nota kecil, meski nominalnya kecil-kecil. Memisahkan kas kecil dari kas utama memudahkan pengawasan karena pola pengeluarannya memang berbeda dan lebih sering terjadi selisih kecil dibanding kas utama.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencatat transaksi belakangan (bukan saat kejadian), sehingga sering lupa mencatat transaksi kecil yang jumlahnya banyak.
  • Tidak mencocokkan saldo buku dengan kas fisik setiap hari, sehingga selisih kecil menumpuk tanpa disadari sampai berbulan-bulan.
  • Kategori transaksi tidak konsisten (kadang ditulis "Listrik", kadang "Bayar listrik", kadang "Operasional"), sehingga rekap kategori jadi tidak akurat.
  • Mencampur pencatatan kas pribadi pemilik dengan kas bisnis di buku yang sama, yang membuat laporan keuangan bisnis tidak murni.
  • Rumus saldo rusak karena baris disisipkan di tengah tanpa memperbaiki referensi rumus, membuat saldo yang ditampilkan tidak akurat.
  • Tidak ada backup file secara rutin dan tidak disimpan di lebih dari satu tempat, sehingga satu kerusakan laptop atau file corrupt bisa menghapus catatan kas berbulan-bulan tanpa cadangan sama sekali.

Kapan pindah ke software

Buku kas harian Excel mulai merepotkan begitu Anda mengelola lebih dari satu kas atau rekening sekaligus, atau ketika lebih dari satu orang perlu mencatat transaksi kas secara bersamaan tanpa risiko versi file yang berbeda-beda. Tanda lain: kalau Anda sering butuh kwitansi resmi untuk setiap transaksi kas keluar-masuk yang bernilai signifikan, mengelolanya lewat sistem yang otomatis menghasilkan bukti transaksi jauh lebih praktis daripada template Excel yang terpisah dari pembuatan kwitansi, lihat contoh kwitansi untuk format yang umum dipakai.

Di software akuntansi seperti Sparta, pencatatan kas dan bank terhubung langsung dengan jurnal dan laporan arus kas, sehingga saldo kas selalu real-time tanpa rekonsiliasi manual, dan setiap transaksi tercatat atas nama staf yang menginputnya. Untuk template Excel lain yang saling melengkapi, seperti jurnal umum dan kumpulan dokumen bisnis, lihat template jurnal umum Excel dan kumpulan template dokumen bisnis Excel.

Sebagai langkah transisi, sebagian bisnis tetap memakai buku kas harian Excel untuk kas kecil operasional yang nilainya kecil dan jarang berubah prosesnya, sambil memindahkan pencatatan kas utama dan bank ke software begitu volume transaksinya sudah cukup besar. Pendekatan bertahap ini sering lebih realistis daripada memaksa migrasi penuh sekaligus, terutama untuk tim yang belum terbiasa dengan sistem baru.

Pertanyaan yang sering diajukan