Sparta
Pembelian

Purchase Requisition: Permintaan Pembelian dan Persetujuannya

Purchase requisition adalah dokumen internal untuk meminta pembelian barang atau jasa. Pelajari pengertian, alur persetujuan, dan perbedaannya dengan purchase order.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Aplikasi Purchase Order: Panduan Alur Pembelian yang Rapi

Purchase requisition adalah dokumen internal yang digunakan karyawan untuk meminta departemen pembelian melakukan pengadaan barang atau jasa. Dokumen ini berfungsi sebagai pengendali anggaran agar setiap pengeluaran perusahaan terpantau dan disetujui sebelum transaksi terjadi. Dengan memahami pengertian purchase requisition, Anda dapat mencegah pembelian yang tidak perlu dan menjaga arus kas tetap sehat di bisnis perdagangan Anda.

Apa Itu Purchase Requisition?

Dalam operasional bisnis distribusi yang sibuk, sering kali kebutuhan barang muncul secara mendadak dari berbagai divisi. Pengertian purchase requisition atau permintaan pembelian adalah langkah awal resmi dalam proses pengadaan. Dokumen ini dibuat oleh staf atau kepala gudang untuk memberi tahu departemen pembelian tentang barang yang dibutuhkan, jumlahnya, dan kapan barang tersebut harus tersedia. Karena sifatnya internal, dokumen ini tidak dikirimkan ke pemasok.

Fungsi purchase requisition yang utama adalah memberikan transparansi. Tanpa dokumen ini, bagian keuangan mungkin akan terkejut melihat tagihan yang tiba-tiba datang tanpa ada catatan permintaan sebelumnya. Dengan adanya PR, setiap permintaan bisa diverifikasi apakah sesuai dengan anggaran yang tersedia atau tidak. Hal ini sangat krusial bagi UKM yang sedang berkembang agar tidak terjadi kebocoran dana pada pos-pos yang kurang produktif.

Perbedaan Purchase Requisition dan Purchase Order

Banyak orang sering menyamakan antara PR dan PO, padahal keduanya memiliki peran yang sangat berbeda dalam siklus pengadaan. Untuk memahami perbedaannya secara mendalam, Anda bisa membaca panduan tentang Aplikasi Purchase Order: Panduan Alur Pembelian yang Rapi sebagai referensi tambahan. Secara sederhana, PR adalah dokumen internal, sedangkan Purchase Order Adalah: Fungsi, Isi, dan Contoh yang merupakan dokumen hukum eksternal yang dikirim ke vendor.

Tabel perbandingan antara Purchase Requisition dan Purchase Order.
FiturPurchase Requisition (PR)Purchase Order (PO)
TujuanMeminta izin internal untuk membeliMemesan barang secara resmi ke vendor
Pihak TerlibatAntar departemen di dalam perusahaanPerusahaan dengan pihak luar (pemasok)
Kekuatan HukumTidak mengikat secara hukum luarMenjadi kontrak hukum setelah diterima vendor
PenerbitStaf, admin gudang, atau manajer divisiDepartemen pembelian atau purchasing
Informasi HargaBiasanya berupa estimasiHarga tetap yang disepakati

Alur Persetujuan Purchase Requisition yang Efektif

Menerapkan alur persetujuan yang jelas akan meminimalkan risiko pembelian ganda atau pembelian barang yang salah spesifikasi. Berikut adalah langkah-langkah standar yang bisa Anda terapkan di bisnis Anda:

  1. Identifikasi Kebutuhan: Staf gudang atau admin menyadari bahwa stok barang tertentu sudah mencapai titik minimum (reorder point).
  2. Pembuatan Dokumen: Pemohon mengisi formulir purchase requisition yang mencakup nama barang, spesifikasi, jumlah, dan estimasi tanggal dibutuhkan.
  3. Verifikasi Anggaran: Departemen keuangan memeriksa apakah permintaan tersebut masuk dalam pagu anggaran bulan berjalan.
  4. Persetujuan Manajer: Kepala departemen atau pemilik bisnis meninjau urgensi permintaan tersebut dan memberikan tanda tangan atau persetujuan digital.
  5. Konversi ke PO: Setelah disetujui, departemen purchasing akan mencari vendor terbaik dan mengubah PR tersebut menjadi PO resmi.

Kapan Bisnis Distribusi Membutuhkan Purchase Requisition?

Tidak semua bisnis membutuhkan PR sejak hari pertama. Namun, jika Anda mulai merasa kesulitan melacak siapa yang memesan barang atau mengapa stok tertentu menumpuk berlebihan di gudang, itu adalah tanda Anda butuh sistem ini. Bagi distributor dengan banyak cabang, PR menjadi alat kontrol pusat untuk memastikan setiap cabang tidak membeli barang secara sembarangan.

Kebutuhan akan PR juga mendesak ketika perusahaan ingin menerapkan Three-Way Matching: Mencocokkan PO, Penerimaan, dan Faktur. Dengan adanya PR sebagai dokumen dasar, auditor atau bagian keuangan dapat melacak riwayat transaksi dari hulu ke hilir. Hal ini juga membantu dalam pelaporan pajak yang lebih akurat, terutama dengan adanya aturan Coretax yang berlaku mulai 1 Januari 2025 di mana sinkronisasi data transaksi menjadi sangat krusial.

Contoh Purchase Requisition dalam Operasional Gudang

Misalkan Anda mengelola distribusi suku cadang kendaraan. Kepala gudang melihat stok oli mesin tipe X tersisa 10 botol, sedangkan stok minimum adalah 50 botol. Ia akan membuat PR dengan rincian sebagai berikut:

  • Nomor Dokumen: PR/2025/03/001
  • Pemohon: Ahmad (Kepala Gudang)
  • Tanggal Permintaan: 15 Maret 2025
  • Nama Barang: Oli Mesin Sintetik 1L Tipe X
  • Jumlah: 100 Botol
  • Estimasi Harga: Rp85.000 per botol (Total Rp8.500.000)
  • Alasan: Stok di bawah batas minimum untuk persiapan periode mudik.

Dengan rincian yang jelas seperti contoh di atas, bagian pembelian tidak akan salah memesan oli tipe lain dan bagian keuangan bisa segera menyiapkan dana sebesar estimasi tersebut. Pastikan juga tim Anda memahami tarif PPN barang non-mewah sebesar 11 persen melalui DPP nilai lain 11/12, atau tarif 12 persen penuh untuk barang mewah tertentu saat menyusun anggaran di PR.

Fungsi Purchase Requisition bagi Pengendalian Internal

Selain untuk memesan barang, fungsi purchase requisition mencakup aspek keamanan finansial. Dokumen ini mencegah terjadinya fraud atau kecurangan di mana karyawan mungkin memesan barang untuk kepentingan pribadi menggunakan uang perusahaan. Karena ada proses persetujuan berlapis, setiap sen yang keluar harus memiliki alasan bisnis yang kuat.

PR juga membantu dalam perencanaan pengadaan jangka panjang. Dengan melihat kumpulan data PR selama satu tahun, Anda bisa menganalisis tren kebutuhan barang di bulan-bulan tertentu. Hal ini memungkinkan departemen purchasing untuk melakukan negosiasi harga yang lebih baik dengan vendor karena mereka memiliki proyeksi volume pembelian yang jelas.

Kesalahan Umum dalam Mengelola Permintaan Pembelian

Banyak UKM gagal memanfaatkan PR karena prosesnya dianggap terlalu birokratis. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain deskripsi barang yang terlalu umum (misalnya hanya menulis 'kertas' tanpa menyebutkan ukuran atau gramasi), melewati alur persetujuan karena alasan darurat yang tidak tervalidasi, hingga menumpuk PR yang sudah disetujui tanpa segera dikonversi menjadi PO.

Kesalahan lain adalah tidak mencantumkan estimasi harga. Padahal, estimasi harga sangat penting bagi bagian keuangan untuk mengatur arus kas. Jika harga barang ternyata jauh lebih mahal saat akan dipesan, bagian purchasing harus berkomunikasi kembali dengan pemohon untuk menyesuaikan jumlah atau mencari alternatif barang lain agar tetap sesuai anggaran.

Langkah Praktis Menerapkan Sistem Permintaan Pembelian

Untuk memulai, Anda tidak perlu sistem yang rumit. Mulailah dengan membuat formulir standar di kertas atau spreadsheet yang mencakup kolom nama barang, jumlah, alasan, dan kolom tanda tangan persetujuan. Sosialisasikan kepada seluruh tim bahwa tidak ada pembelian yang akan diproses oleh bagian purchasing tanpa adanya PR yang sudah ditandatangani.

Jika volume transaksi Anda sudah mencapai puluhan per hari, menggunakan bantuan teknologi adalah pilihan bijak. Sparta adalah ERP berbasis web yang membantu Anda mengelola alur permintaan pembelian hingga pelaporan pajak secara otomatis. Dengan agen AI Tanya Sparta, Anda bisa menanyakan status persetujuan dokumen hanya melalui perintah teks. Perlu dicatat bahwa Sparta saat ini masih dalam tahap early access dan belum mendukung fitur POS, aplikasi native, integrasi marketplace, serta pelacakan batch atau tanggal kedaluwarsa. Anda dapat mencoba sistem ini untuk merapikan administrasi sebelum bisnis Anda tumbuh semakin besar.

Pertanyaan yang sering diajukan