PPh 22: Pengertian, Tarif, dan Contoh untuk Pedagang
Pelajari pengertian PPh 22, tarif terbaru 2026 untuk impor dan penjualan ke instansi pemerintah, serta cara mengkreditkannya untuk menghemat pajak tahunan bisnis Anda.
Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Faktur Pajak & e-Faktur: Panduan Singkat untuk UKM
PPh 22 adalah pajak yang dipungut oleh bendahara pemerintah atau badan tertentu atas kegiatan perdagangan barang. Bagi pedagang, pajak ini sering muncul saat Anda melakukan impor barang atau menjual produk ke instansi pemerintah dan BUMN. Karena sifatnya yang dapat dikreditkan, PPh 22 berfungsi sebagai cicilan pajak penghasilan yang akan mengurangi total tagihan pajak tahunan perusahaan Anda.
Apa Itu PPh 22 dan Mengapa Penting bagi Pedagang
Dalam sistem perpajakan Indonesia yang sudah menggunakan Coretax sejak tahun lalu, PPh 22 tetap menjadi instrumen penting untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor perdagangan besar. Berbeda dengan PPh 21 yang memotong gaji atau PPh 23: Objek, Tarif 2 Persen, dan Contoh Perhitungan yang menyasar jasa, PPh 22 lebih fokus pada arus barang fisik.
Pajak ini disebut sebagai pajak dibayar di muka. Artinya, ketika Anda dipungut PPh 22 oleh pihak lain, uang tersebut tidak hilang. Anda bisa menganggapnya sebagai tabungan pajak. Saat Anda menghitung total pajak penghasilan badan di akhir tahun, total PPh 22 yang sudah dipungut selama setahun akan menjadi pengurang saldo utang pajak tersebut. Pemahaman mengenai panduan faktur pajak untuk ukm juga sangat relevan karena setiap transaksi PPh 22 biasanya dibarengi dengan penerbitan faktur PPN.
Mekanisme PPh 22 Impor
Bagi pedagang yang mendatangkan barang dari luar negeri, PPh 22 impor adalah biaya yang wajib dibayar di pelabuhan melalui Bea Cukai. Besaran tarifnya bergantung pada kepemilikan identitas kepabeanan atau Angka Pengenal Importir (API) yang sekarang sudah terintegrasi dalam Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Importir dengan API (NIB): Tarif 2,5 persen dari Nilai Impor.
- Importir tanpa API: Tarif 7,5 persen dari Nilai Impor.
- Barang tidak dikuasai: Tarif 7,5 persen dari harga jual lelang.
Nilai Impor dihitung dari nilai CIF (Cost, Insurance, and Freight) ditambah dengan Bea Masuk dan pungutan pabean lainnya. Sejak 2025, integrasi data antara Bea Cukai dan Coretax membuat pencatatan PPh 22 impor menjadi lebih otomatis. Anda tidak perlu lagi menginput data secara manual satu per satu jika sistem akuntansi Anda sudah mendukung rekonsiliasi data DJP.
PPh 22 oleh Pemungut Tertentu dan Industri Spesifik
Selain impor, PPh 22 juga dipungut saat Anda melakukan penjualan barang kepada pihak-pihak yang ditunjuk oleh negara sebagai pemungut pajak. Jika pembeli Anda adalah instansi pemerintah yang menggunakan dana APBN atau APBD, mereka wajib memungut PPh 22 sebesar 1,5 persen dari harga pembelian.
Beberapa badan usaha tertentu juga diwajibkan memungut PPh 22 saat menjual produknya kepada distributor di dalam negeri. Berikut adalah daftar tarif untuk industri tertentu:
| Industri / Objek | Tarif PPh 22 | Dasar Pengenaan Pajak (DPP) |
|---|---|---|
| Industri Semen | 0,25 persen | Harga Jual (Excl. PPN) |
| Industri Kertas | 0,10 persen | Harga Jual (Excl. PPN) |
| Industri Baja | 0,30 persen | Harga Jual (Excl. PPN) |
| Industri Otomotif | 0,45 persen | Harga Jual (Excl. PPN) |
| Industri Farmasi | 0,30 persen | Harga Jual (Excl. PPN) |
Penting untuk diingat bahwa tarif di atas berlaku jika Anda memiliki NPWP. Jika rekanan atau bisnis Anda tidak memiliki NPWP, tarif yang dikenakan akan menjadi 100 persen lebih tinggi dari tarif normal.
Dampak PPh 22 untuk UMKM dan Arus Kas
Bagi UMKM yang sering memenangkan tender pengadaan barang pemerintah, PPh 22 bisa memberikan tekanan pada arus kas. Meskipun pajak ini nantinya bisa dikreditkan, uang Anda akan tertahan di kas negara sampai masa lapor pajak tahunan tiba.
Sebagai contoh, jika Anda menjual komputer senilai 100 juta rupiah ke dinas pendidikan, Anda hanya akan menerima pembayaran bersih setelah dipotong PPh 22 sebesar 1,5 juta rupiah (dan potongan PPN sesuai aturan). Anda harus memastikan margin keuntungan Anda cukup untuk menutupi selisih kas yang tertahan ini. Pastikan Anda selalu meminta Bukti Pungut PPh 22 dari bendahara atau pihak pemungut sebagai dokumen sah untuk pengkreditan pajak nantinya.
Cara Mengkreditkan PPh 22 dalam Laporan Tahunan
Pengkreditan pajak adalah proses mengurangi total pajak terutang dengan pajak yang sudah dibayar di muka. Di akhir tahun fiskal, perusahaan Anda akan menghitung laba bersih dan menentukan besaran PPh Badan (biasanya 22 persen dari laba kena pajak, atau tarif UMKM jika memenuhi syarat).
Langkah-langkah mengkreditkan PPh 22:
- Kumpulkan semua Bukti Pungut PPh 22 dari transaksi impor dan penjualan ke pemerintah selama setahun.
- Pastikan data di Bukti Pungut sesuai dengan catatan di pembukuan Anda.
- Masukkan total nilai PPh 22 tersebut ke dalam Lampiran Kredit Pajak Dalam Negeri pada SPT Tahunan PPh Badan.
- Coretax akan memvalidasi nomor Bukti Pungut tersebut secara otomatis jika pemungut sudah melaporkannya.
- Total pajak terutang Anda akan dikurangi dengan total PPh 22 ini, sehingga sisa pajak yang harus dibayar (PPh Pasal 29) menjadi lebih kecil.
Contoh Perhitungan Kasus Bisnis Dagang
Mari kita ambil contoh PT Maju Dagang yang mengimpor peralatan kantor untuk dijual kembali. Perusahaan memiliki NIB yang berfungsi sebagai API.
Data Impor:
- Harga Barang (Cost): 500.000.000 rupiah
- Asuransi dan Navigasi: 10.000.000 rupiah
- Biaya Angkut (Freight): 40.000.000 rupiah
- Bea Masuk: 10 persen dari CIF
- PPN: 12 persen (dengan DPP Nilai Lain 11/12 sehingga beban efektif 11 persen)
Perhitungan:
- Nilai CIF = 500jt + 10jt + 40jt = 550.000.000 rupiah.
- Bea Masuk = 10 persen x 550jt = 55.000.000 rupiah.
- Nilai Impor (Dasar PPh 22) = 550jt + 55jt = 605.000.000 rupiah.
- PPh 22 Impor = 2,5 persen x 605.000.000 = 15.125.000 rupiah.
Uang sebesar 15.125.000 rupiah ini dibayarkan PT Maju Dagang saat barang masuk. Jika di akhir tahun pajak terutang PT Maju Dagang adalah 100.000.000 rupiah, maka mereka cukup membayar 84.875.000 rupiah karena sudah memiliki kredit pajak dari PPh 22 impor tersebut.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Administrasi PPh 22
Banyak pebisnis kehilangan hak kredit pajaknya karena kelalaian administrasi. Kesalahan pertama adalah tidak meminta atau menyimpan Bukti Pungut. Tanpa dokumen ini, Anda tidak bisa membuktikan bahwa pajak telah dipungut oleh pihak lain. Sejak Panduan Coretax DJP untuk Bisnis: Dari Aktivasi sampai Lapor diterapkan, bukti ini biasanya tersedia secara digital, namun Anda tetap perlu mencocokkannya dengan data internal.
Kesalahan kedua adalah salah menerapkan tarif, terutama saat ada perubahan status NPWP atau jenis barang. Kesalahan ketiga adalah mencampuradukkan PPh 22 dengan PPN dalam pembukuan. PPN adalah pajak atas konsumsi yang dipungut dari pelanggan, sedangkan PPh 22 adalah pajak atas penghasilan Anda sendiri yang dipungut di muka. Jika Anda salah mencatat, laporan laba rugi dan neraca Anda akan menjadi tidak akurat.
Mengelola Pajak Dagang dengan Sparta
Mengelola berbagai jenis pajak seperti PPh 22, PPN, dan PPh 21 Karyawan dengan Tarif Efektif (TER): Cara Hitung secara manual sangat berisiko bagi bisnis dagang yang memiliki frekuensi transaksi tinggi. Sparta membantu Anda mencatat setiap potongan pajak secara otomatis melalui aturan posting yang konsisten.
Dalam Sparta, Anda dapat menyimpan nomor dan tanggal faktur pajak atau bukti pungut langsung di dalam dokumen pembelian atau penjualan. Saat tiba waktunya melapor, Anda bisa mengekspor data tersebut ke format Excel atau XML yang siap diimpor ke sistem Coretax untuk rekonsiliasi. Tanya Sparta, agen AI kami, juga bisa membantu Anda memeriksa total saldo kredit pajak yang sudah terkumpul dalam satu periode hanya dengan perintah suara atau teks. Meskipun Sparta tidak menerbitkan faktur pajak langsung ke server DJP, fitur integrasi datanya memastikan tidak ada bukti pungut yang terlewat untuk dikreditkan.
Langkah Praktis Mengamankan Kredit Pajak
Untuk memastikan PPh 22 Anda benar-benar bermanfaat bagi keuangan perusahaan, lakukan langkah-langkah berikut secara rutin:
- Lakukan rekonsiliasi bulanan antara catatan internal dengan data di akun Coretax Anda.
- Segera hubungi bendahara pemerintah jika bukti pungut belum muncul di sistem setelah transaksi selesai.
- Pastikan margin penjualan ke instansi pemerintah sudah memperhitungkan jeda waktu pengkreditan pajak.
- Gunakan software akuntansi yang memungkinkan Anda memisahkan akun PPh 22 Dibayar di Muka di dalam Neraca.
- Periksa kembali status NIB/API Anda untuk memastikan Anda selalu mendapatkan tarif impor terendah.

