EOQ: Rumus Jumlah Pesanan Ekonomis dan Contohnya
Economic order quantity adalah rumus untuk menghitung jumlah pesanan stok paling optimal guna meminimalkan biaya penyimpanan dan pemesanan di gudang Anda.
Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan 15 Aplikasi Stok Barang Terbaik 2026 (Gratis & Berbayar)
Economic order quantity adalah jumlah pesanan paling optimal yang harus dibeli perusahaan untuk meminimalkan total biaya persediaan, termasuk biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat menentukan titik keseimbangan agar stok tidak terlalu banyak yang membebani kas, namun juga tidak terlalu sedikit yang berisiko menyebabkan kekosongan stok di gudang Anda.
Pengertian Economic Order Quantity
Dalam dunia distribusi dan perdagangan, menjaga keseimbangan stok adalah tantangan harian. Pengertian economic order quantity (EOQ) merujuk pada volume pembelian yang meminimalkan total biaya tahunan untuk memesan dan menyimpan barang. Jika Anda memesan terlalu sering dalam jumlah kecil, biaya administrasi dan pengiriman akan membengkak. Sebaliknya, jika Anda memesan dalam jumlah sangat besar sekaligus, biaya sewa gudang, asuransi, dan risiko kerusakan barang akan meningkat.
Fungsi economic order quantity adalah memberikan landasan objektif bagi tim purchasing untuk mengambil keputusan. Tanpa hitungan yang tepat, pembelian sering kali hanya didasarkan pada insting atau kebiasaan lama. Dengan bantuan aplikasi stok barang terbaik, Anda bisa mendapatkan data histori penjualan yang akurat untuk dimasukkan ke dalam rumus EOQ ini.
Rumus Economic Order Quantity
Rumus EOQ standar menggunakan tiga variabel utama untuk menentukan angka pesanan yang paling efisien. Rumusnya adalah akar kuadrat dari dua kali permintaan tahunan dikali biaya pesan, kemudian dibagi dengan biaya simpan per unit.
EOQ = akar kuadrat dari [(2 x D x S) / H]
- D (Demand): Total permintaan barang dalam satu tahun (dalam unit).
- S (Setup/Order Cost): Biaya yang timbul setiap kali Anda melakukan pemesanan, seperti ongkos kirim, biaya admin, dan biaya pemeriksaan barang.
- H (Holding Cost): Biaya untuk menyimpan satu unit barang di gudang selama satu tahun. Ini mencakup sewa gudang, listrik, asuransi, hingga biaya modal.
Komponen Biaya dalam EOQ
Banyak pemilik bisnis salah dalam menentukan variabel S dan H. Biaya pesan (S) bukan hanya harga barang, melainkan biaya operasional untuk mendatangkan barang tersebut. Sementara biaya simpan (H) sering kali dianggap hanya sewa gudang, padahal risiko penyusutan dan bunga pinjaman bank juga harus dihitung.
| Jenis Biaya | Kategori | Contoh Spesifik |
|---|---|---|
| Biaya Pesan (S) | Operasional | Telepon, kurir, biaya transfer bank, admin purchasing. |
| Biaya Simpan (H) | Inventori | Sewa gudang, listrik AC, gaji kepala gudang, asuransi kebakaran. |
| Biaya Modal | Finansial | Bunga pinjaman yang digunakan untuk membeli stok. |
| Biaya Pajak | Kepatuhan | Pengelolaan faktur melalui Coretax (sejak 1 Januari 2025). |
Contoh Economic Order Quantity
Mari kita ambil contoh economic order quantity pada sebuah distributor pelumas motor. Dalam setahun, distributor ini menjual 24.000 botol oli. Biaya untuk setiap kali melakukan pemesanan ke pabrik adalah Rp 150.000 (mencakup admin dan pengiriman). Biaya penyimpanan per botol per tahun diperkirakan sebesar Rp 5.000.
- Identifikasi variabel: D = 24.000, S = 150.000, H = 5.000.
- Kalikan 2 x D x S: 2 x 24.000 x 150.000 = 7.200.000.000.
- Bagi dengan H: 7.200.000.000 / 5.000 = 1.440.000.
- Akar kuadrat dari 1.440.000 adalah 1.200.
- Hasil: Jumlah pesanan paling ekonomis adalah 1.200 botol per pesanan.
Dengan hasil ini, distributor tersebut sebaiknya melakukan pemesanan sebanyak 20 kali dalam setahun (24.000 / 1.200) untuk mendapatkan total biaya persediaan terendah. Setelah mengetahui angka ini, Anda juga perlu menentukan kapan harus memesan kembali dengan menghitung Reorder Point: Cara Menghitung Titik Pemesanan Ulang.
Batasan dan Asumsi EOQ
Meskipun rumus ini sangat membantu, economic order quantity adalah model matematis yang memiliki beberapa asumsi kaku. Dalam kenyataannya, kondisi lapangan sering kali lebih dinamis. Berikut adalah batasan yang perlu Anda perhatikan:
- Permintaan Konstan: EOQ mengasumsikan penjualan Anda stabil setiap bulan, padahal banyak bisnis memiliki masa puncak (peak season).
- Lead Time Tetap: Rumus ini menganggap barang selalu datang tepat waktu sesuai durasi yang dijanjikan supplier.
- Harga Barang Tetap: EOQ tidak memperhitungkan kenaikan harga mendadak atau inflasi.
- Stok Tidak Boleh Kosong: Model ini tidak mengizinkan adanya backorder atau kekurangan stok.
EOQ vs Diskon Volume: Mana yang Dipilih?
Salah satu sudut unik yang sering dihadapi distributor adalah tawaran diskon volume dari vendor. Misalnya, berdasarkan hitungan EOQ, Anda seharusnya memesan 1.200 unit. Namun, supplier menawarkan diskon harga 5 persen jika Anda membeli minimal 3.000 unit. Apa yang harus dilakukan?
Dalam kasus ini, Anda tidak bisa hanya mengandalkan EOQ. Anda harus menghitung Total Cost (TC) untuk kedua skenario. Total Cost mencakup (Harga Barang x Jumlah Permintaan) + Biaya Pesan + Biaya Simpan. Jika penghematan dari diskon 5 persen tersebut lebih besar daripada kenaikan biaya simpan akibat menumpuk 3.000 unit, maka mengambil diskon adalah pilihan yang lebih cerdas secara finansial.
Ingat bahwa sejak 1 Januari 2025, tarif PPN adalah 12 persen. Meskipun untuk barang non-mewah beban efektifnya tetap 11 persen melalui DPP nilai lain, Anda tetap harus memastikan perhitungan arus kas untuk pembelian dalam jumlah besar sudah mencakup kewajiban pajak ini melalui sistem Coretax.
Kesalahan Umum dalam Menghitung EOQ
Banyak admin keuangan atau purchasing melakukan kesalahan fatal saat menerapkan EOQ. Pertama, mengabaikan biaya peluang (opportunity cost). Uang yang tertanam dalam stok berlebih seharusnya bisa digunakan untuk investasi lain atau memperluas manajemen stok multi gudang Anda.
Kedua, menggunakan data yang terlalu lama. Permintaan tahun lalu mungkin tidak relevan lagi jika tren pasar berubah. Ketiga, tidak melakukan Analisis ABC Persediaan: Cara Mengelompokkan Barang terlebih dahulu. EOQ paling efektif diterapkan pada barang kategori A yang bernilai tinggi, bukan pada baut atau alat tulis kantor yang murah.
Langkah Praktis Mengelola Pesanan dengan Sparta
Menghitung EOQ secara manual untuk ribuan SKU tentu melelahkan. Sparta hadir sebagai ERP web Bahasa Indonesia yang membantu Anda mengelola data stok secara real-time. Dengan fitur audit log, Anda bisa melihat histori perubahan stok untuk mendapatkan angka permintaan (D) yang akurat.
Anda juga bisa memanfaatkan agen AI Tanya Sparta untuk bertanya seperti, Berapa rata-rata penjualan produk oli bulan lalu? Agen AI ini dapat membaca data dan membantu Anda menyiapkan dokumen pembelian sesuai izin akses yang diberikan. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki integrasi marketplace atau aplikasi native, fokusnya pada akuntansi dan pajak yang patuh pada aturan Coretax 2025 menjadikannya pilihan solid bagi distributor di Indonesia.
Untuk memulai, pastikan Anda sudah mendata semua biaya operasional gudang dan admin purchasing. Masukkan data tersebut ke dalam sistem agar setiap kali Anda akan membuat Purchase Order, Anda sudah memiliki referensi jumlah pesanan yang paling efisien bagi kesehatan kas perusahaan Anda.




