Sparta
Persediaan

Reorder Point: Cara Menghitung Titik Pemesanan Ulang

Reorder point adalah titik stok yang memicu pemesanan ulang. Pelajari rumus, contoh perhitungan per barang, dan cara memasang peringatan otomatis.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan 15 Aplikasi Stok Barang Terbaik 2026 (Gratis & Berbayar)

Dalam manajemen persediaan, reorder point (ROP) adalah tingkat stok tertentu yang menjadi tanda bahwa saatnya melakukan pemesanan ulang, dihitung dari rata-rata pemakaian harian dikali lead time pengiriman, ditambah safety stock sebagai jaga-jaga. Menetapkan ROP untuk setiap barang mencegah dua masalah sekaligus: kehabisan stok saat pesanan pelanggan datang, dan stok menumpuk berlebihan yang mengunci modal.

Pengertian ROP

Tanpa ROP, kebanyakan toko memesan ulang barang berdasarkan feeling saat rak terlihat kosong, yang sering kali sudah terlambat karena lead time pemasok butuh beberapa hari sampai barang tiba. ROP mengubah keputusan itu jadi angka pasti: begitu stok menyentuh angka tertentu, sistem atau staf gudang langsung tahu harus membuat purchase order.

Rumus

Rumus dasar reorder point adalah: ROP = (rata-rata pemakaian harian x lead time dalam hari) + safety stock. Rata-rata pemakaian harian dihitung dari data penjualan atau pemakaian barang beberapa bulan terakhir, lead time adalah waktu dari pemesanan ke pemasok sampai barang diterima, dan safety stock adalah stok cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman.

Contoh per barang

Sebuah distributor sparepart menjual rata-rata 20 unit kampas rem per hari. Lead time dari pemasok adalah 5 hari, dan distributor menetapkan safety stock 30 unit untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak.

  1. Pemakaian selama lead time: 20 unit x 5 hari = 100 unit
  2. Tambahkan safety stock: 100 unit + 30 unit = 130 unit
  3. Reorder point untuk kampas rem ini adalah 130 unit
  4. Artinya, begitu stok kampas rem tersisa 130 unit, purchase order harus segera dibuat agar barang tiba sebelum stok benar-benar habis

Jika distributor memesan 300 unit setiap kali reorder, maka begitu PO dibuat di titik 130 unit dan barang tiba 5 hari kemudian (saat stok tersisa sekitar 30 unit, sama dengan safety stock), stok kembali naik ke 330 unit. Siklus ini berulang tanpa pernah menyentuh nol asalkan pemakaian harian relatif stabil.

Memasang peringatan otomatis

Menghitung ROP satu kali saja tidak cukup, karena pemakaian harian dan lead time bisa berubah, misalnya permintaan naik saat musim ramai atau pemasok mengalami keterlambatan. Idealnya, ROP dihitung ulang berkala (misalnya tiap kuartal) dan dipasang sebagai ambang batas di sistem stok, sehingga peringatan otomatis muncul begitu stok menyentuh angka tersebut, tanpa staf gudang harus mengecek manual satu per satu dari ribuan SKU.

Contoh di bisnis distribusi

Distributor dengan ribuan SKU biasanya punya pola pemakaian yang sangat berbeda antar barang. Barang fast moving seperti oli motor bisa punya ROP tinggi karena pemakaian harian besar meski lead time singkat, sementara barang slow moving seperti part khusus untuk model kendaraan lama bisa punya ROP sangat rendah, bahkan mendekati nol, karena jarang laku dan tidak perlu ditumpuk banyak. Menyamaratakan ROP untuk semua SKU, misalnya dengan aturan flat 'reorder saat sisa 50 unit', akan membuat barang fast moving sering kehabisan dan barang slow moving menumpuk berlebihan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menghitung rata-rata pemakaian dari periode yang terlalu pendek, misalnya hanya satu minggu, sehingga tidak mencerminkan pola musiman.
  • Mengabaikan variasi lead time pemasok, padahal pemasok yang sering terlambat butuh safety stock lebih besar dibanding pemasok yang selalu tepat waktu.
  • Tidak meninjau ulang ROP setelah pola penjualan berubah, misalnya setelah membuka cabang baru atau kehilangan pelanggan besar.
  • Menetapkan safety stock terlalu besar untuk semua barang tanpa mempertimbangkan biaya modal yang tertahan di stok berlebih.
  • Menghitung ROP dari data pemakaian gabungan semua gudang, padahal setiap gudang bisa punya pola pemakaian dan lead time pemasok yang berbeda.

Menyesuaikan ROP saat permintaan musiman

Barang tertentu, misalnya cat dan bahan bangunan menjelang musim hujan atau sparepart menjelang musim mudik, mengalami lonjakan permintaan yang tidak tercermin dalam rata-rata pemakaian tahunan. Untuk barang seperti ini, sebaiknya hitung ROP terpisah untuk periode musiman menggunakan data pemakaian dari periode yang sama di tahun sebelumnya, lalu kembalikan ke ROP normal setelah musim ramai lewat. Menggunakan satu ROP tetap sepanjang tahun untuk barang musiman berisiko dua arah, kehabisan stok saat musim ramai atau menumpuk berlebihan begitu musim ramai berakhir.

Menghubungkan ROP dengan siklus kas

ROP yang terlalu tinggi untuk banyak SKU sekaligus bisa membebani arus kas, karena uang tertahan di stok yang sebenarnya belum perlu dipesan ulang. Sebaliknya, ROP yang terlalu rendah meningkatkan risiko kehilangan penjualan karena stok kosong saat pelanggan datang. Menyeimbangkan keduanya membutuhkan data penjualan yang akurat per SKU, bukan sekadar perkiraan kasar, sehingga modal kerja tetap efisien sambil pelayanan ke pelanggan tetap terjaga. Bagi bisnis dengan ratusan SKU, cara paling praktis adalah mulai dari barang dengan kontribusi omzet terbesar, memastikan ROP-nya akurat, baru menurunkan prioritas ke barang dengan omzet lebih kecil yang dampaknya terhadap arus kas jauh lebih ringan bila terjadi kesalahan hitung.

Untuk barang dengan permintaan sangat fluktuatif, pertimbangkan juga menghitung jumlah pemesanan ekonomis lewat konsep economic order quantity, agar ROP dan jumlah pesanan sama-sama optimal, bukan hanya salah satunya. Penentuan besar safety stock yang tepat dijelaskan lebih dalam di safety stock.

Menerapkannya dengan software

Menghitung dan memantau ROP untuk ratusan atau ribuan SKU secara manual di Excel cepat menjadi tidak praktis begitu bisnis punya banyak gudang. Software seperti Sparta menyimpan riwayat pemakaian per SKU per gudang secara real time dan bisa menyajikan laporan stok minimum, sehingga tim pembelian tahu barang mana yang sudah mendekati titik reorder tanpa mengecek satu per satu. Untuk gambaran lebih luas soal mengelola stok di banyak lokasi sekaligus, baca manajemen stok multi gudang, dan untuk memilih sistem pencatatan stok yang tepat, bandingkan pilihannya di aplikasi stok barang terbaik. Mulailah menghitung ROP untuk 20-30 SKU dengan omzet tertinggi terlebih dahulu, karena barang inilah yang paling berdampak jika sampai kosong, baru perluas ke SKU lain secara bertahap setelah polanya terbukti berjalan baik.

Pertanyaan yang sering diajukan