Sparta
Akuntansi

Cara Menghitung Harga Jual dari HPP: Markup dan Margin

Cara menghitung harga jual dari HPP bisa memakai metode cost plus, target margin, atau harga pasar. Simak rumus, tabel konversi markup ke margin, dan contohnya.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM

Cara menghitung harga jual dari HPP yang paling umum dipakai adalah metode cost plus (menambahkan markup ke harga pokok), metode target margin (menetapkan persentase laba dari harga jual), dan penyesuaian dengan harga pasar. Ketiganya menghasilkan harga jual yang berbeda dari HPP yang sama, sehingga penting memahami kapan memakai masing-masing.

Menentukan harga pokok per unit

Sebelum menghitung harga jual, harga pokok per unit harus jelas lebih dulu, mencakup harga beli barang ditambah biaya angkut dan biaya lain yang melekat langsung ke barang tersebut, dikurangi retur dan potongan pembelian. Untuk barang yang harganya dari supplier sering berubah, tentukan apakah memakai metode FIFO atau rata-rata bergerak agar harga pokok yang dipakai konsisten dan tidak berubah-ubah tanpa alasan jelas. Perhitungan detailnya dibahas di cara menghitung HPP, yang juga menjadi bagian dari penyusunan laporan laba rugi secara keseluruhan.

Metode cost plus

Metode cost plus menghitung harga jual dengan menambahkan markup (persentase dari harga pokok) ke HPP. Rumusnya:

Harga Jual = HPP + (HPP x Persentase Markup)

Contoh: HPP sebuah barang Rp 80.000 dan markup yang diinginkan 25 persen. Harga jualnya adalah Rp 80.000 + (Rp 80.000 x 25 persen) = Rp 80.000 + Rp 20.000 = Rp 100.000. Metode ini mudah dihitung tetapi markup 25 persen dari HPP tidak sama dengan margin 25 persen dari harga jual, sumber kebingungan yang paling sering terjadi.

Metode target margin

Metode target margin menghitung harga jual dari target persentase laba terhadap harga jual itu sendiri, bukan terhadap HPP. Rumusnya:

Harga Jual = HPP / (1 - Target Margin)

Contoh: HPP Rp 80.000 dengan target margin 25 persen dari harga jual. Harga jualnya adalah Rp 80.000 / (1 - 0,25) = Rp 80.000 / 0,75 = Rp 106.667. Perhatikan bahwa target margin 25 persen menghasilkan harga jual Rp 106.667, lebih tinggi dari markup 25 persen yang menghasilkan Rp 100.000. Ini karena markup dihitung dari basis HPP yang lebih kecil, sementara margin dihitung dari basis harga jual yang lebih besar.

Tabel konversi markup ke margin

Karena markup dan margin sering tertukar, tabel berikut menunjukkan konversi keduanya untuk beberapa persentase umum.

Konversi markup ke margin
Markup dari HPPMargin dari harga jualContoh HPP Rp 100.000
11,1%10%Harga jual Rp 111.111
25%20%Harga jual Rp 125.000
33,3%25%Harga jual Rp 133.333
50%33,3%Harga jual Rp 150.000
100%50%Harga jual Rp 200.000

Sebagai verifikasi baris kedua: HPP Rp 100.000 dengan markup 25 persen menghasilkan harga jual Rp 125.000. Margin dari harga jual ini adalah laba (Rp 25.000) dibagi harga jual (Rp 125.000), yaitu 20 persen, bukan 25 persen. Tabel ini membantu memastikan target margin yang diinginkan pemilik bisnis tidak salah diterjemahkan jadi angka markup yang keliru saat diinput ke sistem harga.

Menyesuaikan dengan harga pasar

Metode cost plus dan target margin menghasilkan harga jual berdasarkan biaya internal, tetapi harga itu tetap harus dibandingkan dengan harga pasar sebelum ditetapkan final. Jika hasil perhitungan Rp 106.667 ternyata jauh di atas harga kompetitor yang menjual barang serupa Rp 95.000, opsi yang bisa diambil adalah menurunkan target margin, mencari cara menekan HPP, atau tetap menjual di harga lebih tinggi jika ada diferensiasi produk atau layanan yang membenarkan harga tersebut.

Contoh perhitungan langkah demi langkah

Toko alat listrik menjual saklar dengan HPP Rp 12.000 per unit. Pemilik ingin margin 30 persen dari harga jual, tetapi harga pasar untuk barang sejenis di kompetitor sekitar Rp 18.000.

  1. Hitung harga jual dari target margin: Rp 12.000 / (1 - 0,30) = Rp 12.000 / 0,70 = Rp 17.143.
  2. Bandingkan dengan harga pasar Rp 18.000: harga hasil perhitungan (Rp 17.143) masih di bawah harga pasar, artinya ruang margin masih ada.
  3. Tetapkan harga jual final Rp 17.500, sedikit di bawah harga pasar untuk tetap kompetitif tapi margin sebenarnya sedikit di atas target awal: (Rp 17.500 - Rp 12.000) / Rp 17.500 = 31,4 persen.

Hasil akhir toko ini menjual saklar Rp 17.500 dengan margin riil 31,4 persen, lebih baik dari target awal 30 persen sekaligus tetap Rp 500 di bawah harga kompetitor.

Harga jual berbeda per segmen pelanggan

Distributor sering menjual barang yang sama dengan harga berbeda ke segmen pelanggan berbeda, misalnya harga grosir untuk sub-distributor, harga toko untuk pengecer, dan harga eceran untuk konsumen akhir. Ketiga harga ini bisa dihitung dari HPP yang sama dengan target margin berbeda, di mana segmen dengan volume pembelian besar biasanya diberi margin lebih tipis karena perputarannya cepat, sementara segmen eceran diberi margin lebih tebal karena volumenya kecil dan butuh layanan lebih personal.

Menetapkan struktur harga bertingkat seperti ini butuh disiplin agar tidak terjadi kebocoran, misalnya pengecer yang diam-diam membeli dengan harga grosir karena order dipecah kecil-kecil agar terlihat seperti transaksi terpisah. Sistem harga per pelanggan atau per kategori pelanggan membantu menegakkan aturan ini secara konsisten tanpa bergantung pada ingatan staf sales.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyamakan markup dan margin sehingga target laba yang sebenarnya dicapai berbeda jauh dari yang diharapkan pemilik bisnis.
  • Menetapkan harga jual sekali di awal dan tidak pernah meninjau ulang meski HPP sudah naik karena harga dari supplier berubah.
  • Mengabaikan harga pasar sepenuhnya dan hanya mengandalkan rumus internal, sehingga harga jual tidak kompetitif dibanding kompetitor.
  • Tidak memperhitungkan biaya operasional lain (ongkos kirim, biaya kemasan) ke dalam HPP sebelum menghitung markup atau margin.

Mengotomatiskannya dengan software

Menghitung ulang harga jual manual setiap kali HPP berubah tidak praktis untuk bisnis dengan ratusan SKU. Sistem inventori dan penjualan yang menyimpan HPP terkini per barang bisa menghitung harga jual otomatis berdasarkan aturan markup atau margin yang ditetapkan per kategori barang, sehingga perubahan harga dari supplier langsung tercermin ke harga jual tanpa mengulang perhitungan manual satu per satu. Jurnal penjualan yang terbentuk dari harga ini juga otomatis berimbang, sebagaimana dibahas di jurnal umum, dan cara menganalisis margin keuntungan hasil penjualan lebih lanjut ada di cara menghitung margin keuntungan.

Pertanyaan yang sering diajukan