Apa Itu Hutang Usaha? Pengertian dan Contohnya
Hutang usaha adalah kewajiban membayar kepada supplier atas pembelian barang atau jasa secara kredit. Simak pengertian, fungsi, contoh, dan cara mencatatnya.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha
Hutang usaha adalah kewajiban perusahaan untuk membayar supplier atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar, biasanya karena dibeli secara kredit dengan termin tertentu. Akun ini dicatat sebagai liabilitas jangka pendek di neraca karena umumnya jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Pengertian hutang usaha
Hutang usaha (accounts payable atau trade payable) muncul begitu perusahaan menerima faktur pembelian dari supplier dengan termin pembayaran, misalnya 14, 30, atau 60 hari. Ini adalah kebalikan langsung dari piutang usaha: apa yang menjadi piutang bagi supplier, menjadi hutang usaha bagi perusahaan pembeli. Selengkapnya tentang berbagai pos akuntansi lain bisa dilihat di daftar istilah akuntansi.
Hutang usaha berbeda dengan hutang bank atau pinjaman lain. Hutang usaha lahir dari transaksi pembelian barang dagangan atau jasa yang jadi kebutuhan operasional inti, biasanya tanpa bunga selama dibayar dalam termin yang disepakati. Hutang bank umumnya berbunga dan disajikan terpisah karena sifat risikonya berbeda.
Fungsi dan kegunaan hutang usaha
- Memberi ruang arus kas bagi perusahaan untuk menjual dulu barang yang dibeli sebelum harus membayar ke supplier, terutama bermanfaat untuk distributor yang modal kerjanya terbatas.
- Menjadi indikator hubungan dagang dengan supplier, karena supplier yang percaya biasanya memberi termin lebih panjang kepada pelanggan yang pembayarannya konsisten tepat waktu.
- Menjadi dasar perencanaan arus kas keluar, karena bagian keuangan bisa memproyeksikan kapan pembayaran ke tiap supplier jatuh tempo.
Contoh hutang usaha di perusahaan dagang
Toko Bangun Jaya membeli semen dan besi dari distributor CV Sumber Makmur senilai Rp 35.000.000 pada 3 September 2026 dengan termin 30 hari. Begitu faktur pembelian diterima, Toko Bangun Jaya mencatat jurnal debit persediaan Rp 35.000.000 dan kredit hutang usaha Rp 35.000.000.
Pada 28 September, Toko Bangun Jaya membayar Rp 15.000.000 sebagai cicilan pertama. Jurnalnya debit hutang usaha Rp 15.000.000 dan kredit kas atau bank Rp 15.000.000, sehingga sisa hutang usaha ke CV Sumber Makmur menjadi Rp 20.000.000. Sisa ini harus dilunasi sebelum jatuh tempo 3 Oktober agar Toko Bangun Jaya tetap dianggap pembayar yang tepat waktu dan bisa mendapat termin yang sama atau lebih panjang di pembelian berikutnya.
Kesalahan umum dalam mengelola hutang usaha
- Membayar hutang usaha berdasarkan urutan siapa yang menagih paling gencar, bukan berdasarkan tanggal jatuh tempo yang sebenarnya, sehingga arus kas jadi tidak terencana.
- Tidak mencatat retur pembelian dengan benar, sehingga saldo hutang usaha ke supplier tertentu jadi terlalu besar dari yang seharusnya.
- Membayar lebih cepat dari termin tanpa alasan jelas padahal uang tersebut bisa dipakai untuk kebutuhan operasional lain, sementara supplier tidak memberi insentif potongan tunai.
- Tidak memantau total hutang usaha ke satu supplier, sehingga tanpa sadar sudah melewati batas kredit yang diberikan supplier tersebut.
Bagaimana software akuntansi mencatat hutang usaha
Software akuntansi modern mencatat hutang usaha otomatis begitu faktur pembelian diposting, dengan jurnal debit persediaan atau beban dan kredit hutang usaha yang selalu berimbang. Sparta mencatat hutang usaha per supplier dan per faktur, menyediakan laporan umur hutang untuk membantu memprioritaskan pembayaran mana yang jatuh tempo lebih dulu, serta form pembayaran supplier yang otomatis mengurangi saldo hutang begitu dibayar.
Kalau bisnis Anda masih mencatat hutang usaha di buku catatan manual dan sering lupa jatuh tempo pembayaran ke supplier tertentu, memindahkan pencatatan ke Sparta membantu memastikan setiap faktur pembelian dan jadwal pembayarannya terlacak dalam satu tempat, terhubung langsung dengan jurnal umum tanpa perlu diinput dua kali.
Hutang usaha dan biaya dibayar dimuka: dua pos yang sering tertukar
Hutang usaha kadang tertukar dengan pos akuntansi lain yang bentuknya juga muncul dari transaksi dengan pihak luar, misalnya biaya dibayar dimuka. Bedanya jelas: hutang usaha adalah kewajiban perusahaan yang belum dibayar, sedangkan biaya dibayar dimuka adalah aset perusahaan karena perusahaan sudah membayar lebih dulu untuk manfaat yang akan diterima di masa depan. Memahami perbedaan arah pembayaran ini penting agar laporan neraca tidak salah menempatkan pos-pos tersebut.
Kesalahan klasifikasi semacam ini sering terjadi pada staf yang baru belajar pembukuan, karena secara sekilas keduanya sama-sama melibatkan pihak ketiga dan uang yang belum sepenuhnya 'selesai'. Latihan paling sederhana adalah selalu bertanya, apakah perusahaan yang berutang atau perusahaan yang sudah membayar lebih dulu, sebelum menentukan akun yang tepat.




