Sparta
Persediaan

Dropship dari Supplier: Cara Mencatat Penjualan dan Stok

Pelajari cara mencatat transaksi dropship dari supplier ke pelanggan dengan benar agar stok dan laporan keuangan tetap akurat tanpa barang fisik masuk gudang.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Manajemen Stok Multi-Gudang: Cara Menghentikan Selisih Stok

Mengelola dropship stok memerlukan ketelitian ekstra karena barang tidak pernah mampir ke gudang Anda secara fisik. Anda harus mencatat penjualan dan pembelian secara bersamaan agar nilai persediaan tetap nol di neraca namun Harga Pokok Penjualan atau HPP tetap terhitung akurat. Panduan ini menjelaskan langkah teknis mencatat transaksi tanpa mengacaukan audit log dan laporan keuangan perusahaan distribusi Anda.

Memahami Konsep Dropship dalam Skala Distribusi

Dalam dunia distribusi, dropship bukan sekadar menjual barang eceran milik orang lain. Sering kali, perusahaan Anda memesan barang dalam volume besar dari produsen untuk langsung dikirim ke lokasi proyek atau gudang pelanggan akhir. Meskipun barang tidak pernah menyentuh rak gudang Anda, secara hukum dan akuntansi, kepemilikan barang berpindah dari supplier ke Anda, lalu dari Anda ke pelanggan.

Tantangan utama dropship stok adalah sinkronisasi waktu. Jika Anda mencatat penjualan hari ini tetapi tagihan supplier baru masuk minggu depan, laporan laba rugi Anda akan terlihat sangat menguntungkan di awal karena HPP belum terbentuk. Sebaliknya, jika Anda mencatat pembelian terlebih dahulu tanpa penjualan, stok Anda akan terlihat membengkak di sistem padahal gudang fisik kosong.

Alur Dokumen yang Benar untuk Transaksi Dropship

Untuk menjaga akurasi, setiap transaksi dropship harus didukung oleh dokumen yang saling tertaut. Anda tidak bisa hanya mengandalkan nota manual jika ingin skala bisnis berkembang. Penggunaan sistem manajemen stok multi gudang sangat membantu dalam memisahkan stok fisik di gudang sendiri dengan stok virtual yang sedang dalam proses dropship.

  1. Sales Order (SO): Dibuat saat pelanggan memesan barang kepada Anda.
  2. Purchase Order (PO): Dibuat kepada supplier dengan alamat pengiriman langsung ke pelanggan.
  3. Surat Jalan Supplier: Dokumen fisik yang dibawa kurir supplier ke pelanggan. Anda wajib meminta salinan digital atau foto surat jalan yang sudah ditandatangani pelanggan.
  4. Sales Invoice: Tagihan Anda kepada pelanggan berdasarkan bukti terima barang dari supplier.
  5. Purchase Invoice: Tagihan supplier kepada Anda yang menjadi dasar pengakuan biaya atau HPP.

Pastikan tanggal pada Sales Invoice dan Purchase Invoice berada dalam periode yang sama. Jika pelanggan menerima barang pada 30 September 2026, maka penjualan dan pembelian tersebut harus diakui di bulan September agar margin keuntungan tidak bergeser ke bulan berikutnya.

Cara Mencatat HPP Tanpa Barang Masuk Gudang

Secara akuntansi, ada dua cara populer untuk mencatat dropship stok. Cara pertama adalah menggunakan gudang virtual atau gudang transit. Barang seolah-olah masuk ke gudang virtual tersebut melalui dokumen penerimaan barang, lalu langsung dikeluarkan melalui dokumen pengiriman di hari yang sama. Cara ini sangat aman untuk audit log karena riwayat barang terekam jelas.

Cara kedua adalah pencatatan langsung atau direct posting. Di sini, sistem akan menjurnal akun persediaan di sisi debit dan utang di sisi kredit saat pembelian, lalu segera menjurnal HPP di sisi debit dan persediaan di sisi kredit saat penjualan divalidasi. Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual, pertimbangkan untuk membaca ulasan tentang Stok di Excel vs Aplikasi: Kapan Harus Pindah agar tidak kewalahan melakukan rekonsiliasi manual setiap akhir bulan.

Contoh Kasus: Penjualan 500 Sak Semen Sistem Dropship

Mari kita lihat contoh konkret pada bisnis bahan bangunan. Anda mendapatkan pesanan 500 sak semen dari kontraktor. Karena gudang Anda penuh, Anda meminta pabrik semen mengirim langsung ke lokasi proyek kontraktor tersebut.

Tabel perhitungan margin dropship dengan tarif PPN 12 persen.
KeteranganHarga Per UnitTotal DPPPPN (12%)Total Tagihan
Beli dari PabrikRp60.000Rp30.000.000Rp3.600.000Rp33.600.000
Jual ke KontraktorRp75.000Rp37.500.000Rp4.500.000Rp42.000.000
Laba KotorRp15.000Rp7.500.000-Rp7.500.000

Dalam skenario di atas, meskipun Anda tidak pernah melihat 500 sak semen tersebut, Anda wajib menerbitkan Faktur Pajak kepada kontraktor melalui Coretax dan menerima Faktur Pajak dari pabrik. Jika barang tersebut merupakan barang non-mewah dengan DPP nilai lain, beban efektifnya mungkin tetap 11 persen, namun secara umum tarif PPN yang berlaku sejak 2025 adalah 12 persen.

Kesalahan Umum dalam Pencatatan Stok Dropship

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah membiarkan stok menjadi negatif di sistem. Banyak admin langsung membuat Sales Invoice sebelum mencatat Purchase Invoice. Jika fitur pencegahan stok negatif aktif, sistem akan menolak transaksi tersebut. Solusinya bukan mematikan fitur keamanan tersebut, melainkan memastikan dokumen pembelian diinput terlebih dahulu dengan status Barang dalam Perjalanan: Cara Mencatat Stok In Transit.

Kesalahan lainnya adalah mengabaikan biaya pengiriman. Jika supplier membebankan ongkos kirim kepada Anda, biaya tersebut harus dimasukkan ke dalam komponen HPP barang agar harga jual Anda tidak terlalu mepet. Jangan mencatat ongkos kirim dropship sebagai biaya operasional umum jika Anda ingin mengetahui profitabilitas per produk secara akurat.

Mengelola Pajak dan Coretax pada Transaksi Dropship

Sejak 1 Januari 2025, penggunaan Coretax telah menggantikan e-Faktur desktop. Untuk transaksi dropship, Anda harus memastikan tanggal penyerahan barang pada Surat Jalan dari supplier sinkron dengan tanggal Faktur Pajak yang Anda terbitkan. Karena Anda tidak mengirim barang sendiri, mintalah supplier untuk segera mengirimkan nomor resi atau foto surat jalan segera setelah barang sampai di tangan pelanggan.

Ingatlah bahwa dalam sistem Coretax, rekonsiliasi data faktur terjadi hampir seketika. Jika ada perbedaan data antara apa yang dilaporkan supplier Anda dan apa yang Anda laporkan ke pelanggan, risiko pemeriksaan pajak akan meningkat. Selalu simpan bukti pengiriman digital sebagai lampiran di sistem akuntansi Anda untuk keperluan audit di masa depan.

Langkah Praktis Mengoptimalkan Pencatatan Dropship

Gunakan teknologi untuk meminimalkan kesalahan manusia. Sparta sebagai ERP web menyediakan fitur untuk mencatat pembelian dan penjualan dengan aturan posting yang ketat. Anda bisa memanfaatkan Tanya Sparta untuk menanyakan sisa pesanan dropship yang belum ditagih oleh supplier atau mengecek margin keuntungan proyek tertentu hanya dengan perintah suara atau teks. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki konektor Coretax langsung, Anda tetap bisa mengekspor data faktur ke format Excel atau XML untuk diimpor ke Coretax dengan mudah.

Sebagai catatan, Sparta masih dalam tahap early access dan belum mendukung integrasi marketplace otomatis atau aplikasi native. Namun, untuk kebutuhan distribusi B2B yang mengandalkan dropship stok antar gudang besar, fitur multi-gudang dan audit log Sparta sangat memadai untuk menjaga integritas data Anda. Pastikan Anda selalu melakukan stok opname pada gudang virtual secara berkala untuk memastikan tidak ada transaksi menggantung yang lupa diselesaikan.

Pertanyaan yang sering diajukan