Sparta
Pembelian

Membeli dari Marketplace untuk Usaha: Nota dan Pencatatan

Panduan lengkap beli dari marketplace untuk usaha bagi UMKM, mulai dari cara mendapatkan faktur pajak hingga pencatatan akuntansi yang benar sesuai aturan 2026.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Aplikasi Purchase Order: Panduan Alur Pembelian yang Rapi

Beli dari marketplace untuk usaha memerlukan perlakuan akuntansi yang berbeda dari belanja pribadi. Anda harus memastikan invoice mencantumkan nama dan NPWP perusahaan agar dapat diklaim sebagai biaya pengurang pajak yang sah. Tanpa dokumentasi yang benar, pengeluaran besar di platform digital berisiko ditolak oleh auditor atau kantor pajak saat pemeriksaan rutin dilakukan di masa depan.

Memahami Bukti Pembelian yang Sah di Marketplace

Saat Anda melakukan transaksi di platform seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak, sistem secara otomatis menerbitkan invoice. Namun, invoice otomatis ini sering kali hanya mencantumkan nama akun pengguna. Bagi bisnis, ini adalah masalah besar karena bukti pengeluaran harus atas nama entitas bisnis untuk menjaga validitas laporan keuangan.

Panduan beli dari marketplace untuk usaha mengharuskan Anda melakukan pengaturan profil akun terlebih dahulu. Pastikan nama profil atau alamat pengiriman menggunakan nama PT, CV, atau nama dagang resmi Anda. Jika marketplace menyediakan fitur akun bisnis, segera aktifkan fitur tersebut untuk mempermudah pemisahan antara belanja personal dan operasional kantor.

Selain invoice dari platform, Anda juga memerlukan nota fisik atau invoice resmi dari penjual jika nominalnya besar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang yang dibeli benar-benar masuk ke dalam aset perusahaan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai struktur dokumen pembelian dalam Aplikasi Purchase Order: Panduan Alur Pembelian yang Rapi untuk memperkuat kontrol internal.

Mengelola Faktur Pajak Melalui Sistem Coretax

Sejak 1 Januari 2025, sistem perpajakan Indonesia telah sepenuhnya beralih ke Coretax. Tarif PPN yang berlaku saat ini adalah 12 persen. Namun, perlu diingat bahwa untuk barang atau jasa non-mewah, pemerintah menerapkan DPP nilai lain 11/12, sehingga beban efektif yang Anda bayar tetap 11 persen. Tarif penuh 12 persen biasanya hanya dikenakan pada barang mewah tertentu.

Tutorial beli dari marketplace untuk usaha bagi UMKM dalam hal pajak adalah sebagai berikut:

  1. Cek status penjual: Pastikan penjual adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). Biasanya ada logo 'Power Merchant Pro', 'Shopee Mall', atau 'Official Store'.
  2. Kirim data NPWP: Segera setelah melakukan pembayaran, kirimkan NPWP dan nama perusahaan melalui fitur chat kepada penjual.
  3. Minta Faktur Pajak: Penjual wajib mengunggah faktur pajak melalui portal Coretax yang nantinya akan muncul secara otomatis di akun DJP Online perusahaan Anda.
  4. Simpan bukti potong: Jika Anda melakukan transaksi jasa yang dikenakan PPh 23, pastikan Anda memotong dan menyetorkan pajaknya sesuai aturan.

Jika penjual menolak memberikan faktur pajak padahal mereka adalah PKP, Anda harus mencatatnya secara khusus. Detail mengenai risiko ini bisa dibaca di Pembelian Tanpa Faktur Pajak: Dampak dan Pencatatannya.

Alur Pencatatan Transaksi ke Buku Besar

Pencatatan pembelian marketplace sering kali membingungkan karena adanya biaya tambahan seperti biaya layanan aplikasi, biaya asuransi, dan ongkos kirim. Jangan hanya mencatat total bayar sebagai harga barang. Anda harus memecahnya agar Harga Pokok Penjualan (HPP) atau nilai aset tetap Anda akurat.

Contoh beli dari marketplace untuk usaha dalam pencatatan akuntansi:

Tabel 1: Contoh alokasi biaya pembelian marketplace ke akun akuntansi.
KomponenNilai di InvoiceAkun Akuntansi
Harga BarangRp10.000.000Persediaan Barang / Aset Tetap
Ongkos KirimRp150.000Beban Pengiriman / Penambah Nilai Stok
Biaya LayananRp2.000Beban Administrasi Bank/Platform
PPN 12% (DPP Nilai Lain)Rp1.100.000PPN Masukan

Pencatatan ini biasanya dilakukan secara tunai karena marketplace mewajibkan pembayaran di muka. Namun, dalam beberapa kasus, perusahaan menggunakan kartu kredit korporat yang pembayarannya dilakukan di akhir bulan. Untuk memahami perbedaannya, silakan pelajari Pembelian Tunai vs Kredit ke Supplier.

Kontrol Biaya Pengiriman dan Landed Cost

Salah satu tantangan beli dari marketplace untuk usaha adalah menghitung biaya mendarat atau landed cost. Biaya pengiriman dari marketplace seringkali fluktuatif tergantung promo atau jarak gudang penjual. Jika Anda membeli barang untuk dijual kembali, biaya kirim ini harus dibebankan ke harga pokok barang agar margin keuntungan Anda tidak tergerus.

Meskipun istilah ini sering digunakan untuk impor, prinsipnya sama untuk pembelian domestik yang memiliki komponen biaya logistik tinggi. Anda bisa melihat cara hitungnya di Landed Cost: Cara Menghitung Harga Pokok Barang Impor. Dengan menghitung landed cost, Anda tahu harga jual minimum yang harus dipasang agar tetap profit.

Contoh Kasus di Bisnis Distribusi

Bayangkan sebuah distributor alat tulis kantor (ATK) yang kehabisan stok kertas secara mendadak. Supplier reguler mereka sedang kosong, sehingga mereka memutuskan beli dari marketplace untuk usaha agar operasional tetap berjalan. Mereka membeli 100 rim kertas dengan total harga Rp5.000.000.

Langkah yang harus diambil oleh admin gudang dan keuangan adalah:

  1. Membuat Purchase Order (PO) internal sebagai dasar otorisasi pengeluaran dana.
  2. Melakukan pembayaran menggunakan saldo perusahaan atau kartu kredit kantor.
  3. Mengunduh invoice dari marketplace dan meminta faktur pajak dari toko tersebut.
  4. Saat barang datang, admin gudang melakukan pengecekan kualitas dan jumlah barang sesuai pesanan.
  5. Admin keuangan menginput data ke sistem ERP, memasukkan harga beli ditambah ongkir sebagai nilai persediaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak pelaku usaha menganggap remeh administrasi marketplace karena kemudahannya. Berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang sering ditemukan:

  • Menggunakan Akun Pribadi: Hal ini menyulitkan pemisahan harta pribadi dan perusahaan, serta menyulitkan proses audit.
  • Lupa Meminta Faktur Pajak: Tanpa faktur pajak, PPN Masukan tidak bisa dikreditkan, yang berarti beban pajak perusahaan menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya.
  • Tidak Mencatat Biaya Layanan: Walaupun nilainya kecil (misal Rp1.000 atau Rp2.000), jika frekuensi transaksi tinggi, totalnya akan menjadi selisih yang mengganggu rekonsiliasi bank.
  • Mengabaikan Bukti Chat: Kadang kesepakatan mengenai retur atau garansi terjadi di chat. Pastikan bukti chat ini diarsipkan atau di-screenshot sebagai dokumen pendukung.

Menggunakan Sparta untuk Pencatatan Marketplace

Sebagai ERP web yang dirancang untuk distribusi, Sparta mempermudah Anda dalam mencatat transaksi dari platform digital. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki integrasi otomatis dengan API marketplace, Anda dapat memanfaatkan fitur Tanya Sparta untuk mempercepat input data. Anda cukup memberikan perintah suara atau teks seperti 'Catat pembelian kertas 100 rim dari Tokopedia harga 5 juta ongkir 50 ribu' dan agen AI akan menyiapkan draf dokumen pembelian untuk Anda tinjau.

Sparta juga memiliki fitur audit log yang mencatat siapa yang menginput transaksi, sehingga kontrol internal tetap terjaga. Fitur pencegahan stok negatif yang aktif secara default memastikan bahwa Anda tidak bisa menjual barang yang baru dibeli dari marketplace sebelum admin gudang melakukan posting penerimaan barang. Ini menjaga akurasi data stok di seluruh gudang Anda secara real-time.

Langkah Praktis Mengamankan Dokumen Digital

Untuk memastikan bisnis Anda aman saat audit, mulailah menerapkan prosedur standar setiap kali melakukan pembelian di marketplace. Simpan semua invoice dalam folder cloud yang terorganisir berdasarkan bulan dan tahun. Jangan hanya mengandalkan riwayat pesanan di aplikasi marketplace, karena platform bisa saja mengubah kebijakan akses data lama mereka kapan saja.

Jika Anda merasa pencatatan manual mulai melelahkan dan sering terjadi kesalahan input, pertimbangkan untuk beralih ke sistem yang lebih terintegrasi. Dengan sistem yang tepat, setiap rupiah yang Anda keluarkan di marketplace akan tercatat dengan rapi, membantu Anda memantau arus kas dan kesehatan bisnis secara keseluruhan.

Pertanyaan yang sering diajukan