Sparta
Glosarium

Piutang Tak Tertagih: Pengertian, Fungsi, dan Contoh

Piutang tak tertagih adalah piutang yang dipastikan tidak akan dibayar pelanggan. Pelajari metode pencatatan, syarat penghapusan, dan contoh jurnalnya.

Tim Sparta3 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha

Dalam akuntansi perusahaan dagang, piutang tak tertagih adalah piutang usaha yang sudah dipastikan tidak akan pernah dibayar oleh pelanggan, misalnya karena pelanggan bangkrut atau menghilang, sehingga perusahaan harus menghapusnya dari catatan piutang dan mengakuinya sebagai kerugian. Ini berbeda jauh dari piutang yang sekadar terlambat bayar beberapa hari, karena piutang tak tertagih sudah melewati semua upaya penagihan yang wajar tanpa hasil apa pun.

Pengertian piutang tak tertagih

Setiap bisnis yang menjual dengan tempo menanggung risiko sebagian piutangnya tidak akan tertagih. Piutang tak tertagih dicatat sebagai beban di laporan laba rugi, karena penjualan yang sudah diakui sebagai omzet ternyata tidak menghasilkan kas yang seharusnya diterima. Mengakui piutang tak tertagih tepat waktu penting agar laporan keuangan tidak terlalu optimis dengan menampilkan piutang yang sebenarnya sudah tidak bernilai.

Fungsi dan kegunaannya

Pencatatan piutang tak tertagih punya dua metode utama. Metode langsung mencatat beban saat piutang benar-benar dipastikan tidak tertagih, cocok untuk bisnis kecil dengan piutang bermasalah yang jarang terjadi. Metode cadangan (allowance method) mengestimasi persentase piutang yang berpotensi tak tertagih di setiap periode berdasarkan pengalaman historis, lalu mencadangkan beban itu di muka sebelum benar-benar dipastikan macet, sehingga laporan keuangan lebih konservatif dan sesuai prinsip pengakuan beban.

Contoh di perusahaan dagang

Sebuah distributor mencatat piutang Rp 15.000.000 dari Toko Sinar yang tutup dan tidak bisa dihubungi lagi setelah 8 bulan. Setelah upaya penagihan formal tidak membuahkan hasil, distributor menghapus piutang ini sebagai piutang tak tertagih. Dengan metode langsung, jurnalnya adalah mendebit Beban Piutang Tak Tertagih Rp 15.000.000 dan mengkredit Piutang Usaha Rp 15.000.000.

Jika distributor sebelumnya sudah mencadangkan kerugian piutang sebesar 2 persen dari total piutang menggunakan metode cadangan, penghapusan Rp 15.000.000 ini justru mendebit Cadangan Kerugian Piutang dan mengkredit Piutang Usaha, tanpa membebankan ulang ke laba rugi periode berjalan karena bebannya sudah diakui lebih awal saat pencadangan dibuat.

Kesalahan umum yang sering terjadi

  • Menghapus piutang terlalu cepat sebelum upaya penagihan wajar benar-benar dilakukan, padahal pelanggan masih berpotensi membayar.
  • Tidak mencatat kembali jika piutang yang sudah dihapus ternyata dibayar pelanggan di kemudian hari, sehingga laporan keuangan jadi tidak akurat.
  • Mencampur piutang yang sekadar terlambat bayar dengan piutang yang sudah benar-benar tidak bisa ditagih, padahal keduanya butuh perlakuan berbeda.
  • Tidak punya kebijakan tertulis kapan sebuah piutang boleh dianggap tak tertagih, sehingga keputusannya subjektif tergantung siapa yang mencatat.
  • Menunda pencatatan piutang tak tertagih terlalu lama demi menjaga laporan laba rugi terlihat baik, padahal ini justru menyembunyikan risiko sebenarnya dari pemilik bisnis.

Dampak piutang tak tertagih terhadap pajak

Piutang tak tertagih yang ingin diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak (bukan hanya beban akuntansi) punya syarat tersendiri menurut ketentuan pajak yang berlaku, misalnya harus sudah dibebankan sebagai beban dalam laporan laba rugi komersial, ada bukti daftar piutang yang tidak dapat ditagih yang diserahkan ke DJP, dan sudah dipublikasikan atau diserahkan penagihannya ke pihak ketiga seperti pengacara atau lembaga penagihan. Karena syarat ini cukup teknis dan bisa berubah, sebaiknya konsultasikan dengan konsultan pajak sebelum mengklaim piutang tak tertagih sebagai pengurang pajak agar tidak berisiko dikoreksi saat pemeriksaan.

Bagaimana software akuntansi mencatat piutang tak tertagih

Software akuntansi seperti Sparta menyimpan laporan aging piutang yang menunjukkan umur setiap piutang per pelanggan, sehingga tim keuangan bisa mengidentifikasi piutang yang sudah lewat jatuh tempo terlalu lama dan berpotensi tak tertagih sebelum terlambat. Saat piutang benar-benar dihapus, jurnal penghapusan bisa dicatat langsung tanpa perlu menghitung manual dari daftar piutang yang tersebar di berbagai dokumen.

Jika piutang yang sudah dihapus ternyata dibayar kembali oleh pelanggan, kejadian ini perlu dicatat sebagai pemulihan piutang tak tertagih, biasanya dengan mencatat kembali piutang tersebut lalu langsung menerima pembayarannya, agar riwayat transaksi tetap lengkap dan bisa ditelusuri di kemudian hari. Kejadian seperti ini, meski jarang, cukup penting dicatat rapi karena menyangkut rekonsiliasi antara catatan piutang dan penerimaan kas aktual di rekening bank perusahaan.

Untuk memahami bagaimana perusahaan mengelola risiko ini sebelum piutang benar-benar macet, baca kamus istilah akuntansi lengkap serta penjelasan apa itu cadangan kerugian piutang dan apa itu ongkos angkut pembelian. Cara jurnal otomatis mencatat setiap transaksi terkait dijelaskan di jurnal otomatis akuntansi modern.

Pertanyaan yang sering diajukan