Sparta
Glosarium

Apa Itu Nota Debit dan Nota Kredit? Pengertian dan Contohnya

Pelajari apa itu nota debit dan nota kredit dalam bisnis dagang, fungsi retur, hingga contoh perhitungan pajak PPN 12 persen untuk akurasi pembukuan Anda.

Tim Sparta4 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha

Apa itu nota debit dan nota kredit adalah dokumen koreksi transaksi yang digunakan pembeli dan penjual untuk menyesuaikan nilai utang atau piutang. Nota debit dikirim oleh pembeli saat mengembalikan barang atau meminta potongan harga, sedangkan nota kredit diterbitkan penjual untuk menyetujui pengurangan tagihan tersebut. Keduanya memastikan laporan keuangan tetap akurat tanpa menghapus transaksi asli yang sudah tercatat.

Pengertian Nota Debit dan Nota Kredit

Dalam operasional bisnis harian, sering kali terjadi selisih antara apa yang dipesan dengan apa yang diterima. Nota debit adalah dokumen yang dibuat oleh pembeli untuk memberi tahu penjual bahwa utang pembeli telah berkurang. Hal ini biasanya terjadi karena pembeli mengembalikan barang yang rusak atau ada kesalahan harga yang lebih tinggi dari kesepakatan awal.

Sebaliknya, nota kredit adalah dokumen yang diterbitkan oleh penjual kepada pembeli. Dokumen ini berfungsi sebagai pernyataan bahwa piutang penjual atas pembeli tersebut telah dikurangi. Bagi penjual, nota kredit adalah bukti sah untuk mengurangi nilai penjualan dan kewajiban pajak keluaran dalam sistem perpajakan. Pemahaman ini sangat mendasar bagi Anda yang ingin menguasai Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha agar tidak tertukar saat melakukan rekonsiliasi bank atau audit internal.

Fungsi dan Kegunaan dalam Transaksi Dagang

Kedua nota ini bukan sekadar kertas formalitas, melainkan alat kontrol keuangan yang krusial. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

  • Koreksi Kesalahan Harga: Jika penjual salah mencantumkan harga yang terlalu mahal di invoice, nota debit dan kredit digunakan untuk menyesuaikan angka tersebut ke harga yang benar.
  • Retur Barang: Jika barang yang diterima distributor dalam kondisi cacat atau tidak sesuai spesifikasi, nota ini menjadi dasar pengurangan tagihan.
  • Penyesuaian Jumlah Barang: Terkadang barang yang sampai di gudang kurang dari jumlah yang tertulis di surat jalan. Nota debit memastikan pembeli tidak membayar barang yang tidak mereka terima.
  • Bukti Perpajakan: Sejak berlakunya Coretax pada Januari 2025, setiap retur harus didukung dokumen yang valid agar PPN yang sudah dipungut dapat disesuaikan.

Contoh Transaksi di Perusahaan Distributor

Mari kita lihat contoh nyata pada sebuah distributor sembako. Misalkan PT Maju Jaya menjual 100 karton minyak goreng kepada Toko Berkah dengan harga Rp200.000 per karton sebelum PPN. Namun, saat barang sampai, Toko Berkah menemukan 5 karton bocor dan harus dikembalikan.

Contoh perhitungan nilai retur untuk nota debit dan kredit.
KeteranganNilai (Rp)
Harga 5 Karton Retur (DPP)1.000.000
PPN 12 Persen120.000
Total Nilai Nota Debit/Kredit1.120.000

Langkah yang terjadi adalah:

  1. Toko Berkah menerbitkan Nota Debit sebesar Rp1.120.000 dan mengirimkannya bersama barang retur ke PT Maju Jaya.
  2. PT Maju Jaya menerima barang, memeriksa kondisinya, lalu menerbitkan Nota Kredit sebagai tanda setuju bahwa piutang Toko Berkah berkurang sejumlah tersebut.
  3. Kedua belah pihak mencatat transaksi ini di pembukuan masing-masing untuk menyesuaikan saldo utang-piutang dan laporan stok.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Banyak staf admin keuangan pemula yang masih bingung membedakan kapan harus mengeluarkan nota debit atau kredit. Kesalahan paling fatal adalah hanya mencatat retur di catatan gudang tanpa menerbitkan nota keuangan. Hal ini menyebabkan saldo utang di buku pembeli berbeda dengan saldo piutang di buku penjual, yang nantinya akan menyulitkan saat menghitung Apa Itu Solvabilitas? Rumus dan Cara Menghitungnya karena data kewajiban yang tidak akurat.

Kesalahan lainnya adalah tidak melaporkan nota retur ke sistem Coretax. Sejak 2025, sinkronisasi data faktur pajak dengan transaksi riil menjadi sangat ketat. Jika nota kredit tidak tercatat, penjual akan menanggung beban PPN yang lebih tinggi dari yang seharusnya mereka terima dari pembeli.

Pencatatan di Software Akuntansi

Di masa sekarang, Anda tidak perlu lagi membuat jurnal manual yang rumit untuk setiap retur. Software akuntansi modern sudah menggunakan sistem Jurnal Otomatis: Cara Software Akuntansi Modern Mencatat Transaksi yang akan langsung membagi nilai retur ke akun-akun yang tepat. Dalam bagan akun, retur ini biasanya masuk ke kategori Akun Kontra Adalah: Arti dan Contoh di Bisnis Dagang yang fungsinya mengurangi saldo akun utama.

Sparta sebagai ERP web membantu Anda mengelola proses ini dengan lebih rapi. Saat Anda menginput retur penjualan, Sparta secara otomatis membuat nota kredit, menyesuaikan stok di gudang (dengan validasi cegah stok negatif), dan menyiapkan data yang diperlukan untuk pelaporan SPT Masa PPN di Coretax. Anda bahkan bisa bertanya kepada Tanya Sparta untuk melihat daftar nota kredit yang belum teralokasi ke invoice mana pun hanya dengan perintah suara atau teks.

Langkah Praktis Mengelola Nota Retur

Agar administrasi bisnis Anda tetap rapi, pastikan setiap nota debit atau kredit memiliki nomor urut yang jelas dan referensi ke nomor invoice asli. Jangan pernah menghapus invoice awal jika terjadi retur sebagian, gunakanlah nota kredit untuk menyesuaikan saldonya. Simpan salinan fisik atau digital selama minimal 10 tahun sesuai aturan perpajakan yang berlaku untuk memudahkan proses audit di masa depan.

Pertanyaan yang sering diajukan