Jurnal Penyesuaian: Pengertian, Fungsi, dan Contoh
Jurnal penyesuaian adalah jurnal akhir periode untuk mencocokkan pendapatan dan beban dengan periode yang tepat, lengkap lima jenis dan contoh angka distributor.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi untuk mencocokkan saldo pendapatan, beban, aset, dan kewajiban dengan kondisi sebenarnya sebelum laporan keuangan disusun. Jurnal ini dibutuhkan karena sebagian transaksi, seperti penyusutan aset atau biaya yang sudah dibayar di muka, tidak tercatat otomatis setiap hari, tapi baru diakui saat periode ditutup. Istilah ini adalah salah satu dari puluhan istilah dasar yang dikumpulkan di istilah akuntansi lengkap.
Fungsi dan kegunaan jurnal penyesuaian
Fungsi utama jurnal penyesuaian adalah memastikan laporan laba rugi dan neraca mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya pada tanggal laporan, sesuai prinsip akrual: pendapatan diakui saat terjadi, bukan saat kas diterima, dan beban diakui saat terjadi, bukan saat kas dibayarkan. Tanpa jurnal penyesuaian, laba yang dilaporkan bisa terlalu besar atau terlalu kecil, misalnya karena biaya sewa setahun yang dibayar di depan seluruhnya dibebankan di bulan pertama, padahal manfaatnya dinikmati sepanjang tahun.
Lima jenis jurnal penyesuaian dan contohnya
Berikut lima jenis jurnal penyesuaian yang paling umum di perusahaan dagang, dengan contoh dari CV Sumber Rejeki, distributor alat tulis kantor, per 31 Agustus 2026.
1. Beban dibayar di muka (prepaid expense)
CV Sumber Rejeki membayar sewa gudang setahun sebesar Rp 24.000.000 pada 1 Januari 2026, dicatat sebagai aset sewa dibayar di muka. Setiap akhir bulan, jurnal penyesuaian mengakui beban sewa sebesar Rp 24.000.000 dibagi 12 bulan, yaitu Rp 2.000.000. Jurnalnya: debit Beban Sewa Rp 2.000.000, kredit Sewa Dibayar di Muka Rp 2.000.000.
2. Pendapatan diterima di muka (unearned revenue)
Jika CV Sumber Rejeki menerima uang muka pelanggan Rp 6.000.000 untuk pesanan yang baru akan dikirim bulan depan, uang itu belum boleh diakui sebagai pendapatan. Saat barang sudah dikirim dan kewajiban terpenuhi, jurnal penyesuaian mengubahnya: debit Pendapatan Diterima di Muka Rp 6.000.000, kredit Pendapatan Penjualan Rp 6.000.000.
3. Beban akrual (accrued expense)
Gaji karyawan periode 25 sampai 31 Agustus sebesar Rp 3.500.000 baru akan dibayar tanggal 5 September, tapi bebannya sudah terjadi di Agustus. Jurnal penyesuaian mencatat: debit Beban Gaji Rp 3.500.000, kredit Utang Gaji Rp 3.500.000, supaya laporan laba rugi Agustus tidak kehilangan beban yang sebenarnya sudah terjadi.
4. Penyusutan aset tetap
CV Sumber Rejeki punya kendaraan pengantar barang senilai Rp 180.000.000 dengan estimasi umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu, sehingga penyusutan tahunan Rp 180.000.000 dibagi 5, yaitu Rp 36.000.000 per tahun, atau Rp 3.000.000 per bulan. Jurnal penyesuaian: debit Beban Penyusutan Kendaraan Rp 3.000.000, kredit Akumulasi Penyusutan Kendaraan Rp 3.000.000.
5. Piutang tak tertagih (allowance for doubtful accounts)
Dari total piutang Rp 95.000.000, CV Sumber Rejeki memperkirakan 2% tidak akan tertagih berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yaitu Rp 1.900.000. Jurnal penyesuaian: debit Beban Kerugian Piutang Rp 1.900.000, kredit Cadangan Kerugian Piutang Rp 1.900.000, supaya nilai piutang di neraca tidak dilebih-lebihkan.
Contoh di perusahaan dagang: ringkasan dampaknya
| Jenis penyesuaian | Akun didebit | Akun dikredit | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|---|
| Beban dibayar di muka | Beban Sewa | Sewa Dibayar di Muka | 2.000.000 |
| Pendapatan diterima di muka | Pendapatan Diterima di Muka | Pendapatan Penjualan | 6.000.000 |
| Beban akrual | Beban Gaji | Utang Gaji | 3.500.000 |
| Penyusutan aset tetap | Beban Penyusutan Kendaraan | Akumulasi Penyusutan Kendaraan | 3.000.000 |
| Piutang tak tertagih | Beban Kerugian Piutang | Cadangan Kerugian Piutang | 1.900.000 |
Total tambahan beban dari empat penyesuaian pertama (sewa, gaji, penyusutan, kerugian piutang) adalah Rp 2.000.000 + Rp 3.500.000 + Rp 3.000.000 + Rp 1.900.000 = Rp 10.400.000, sementara penyesuaian pendapatan diterima di muka menambah pendapatan Rp 6.000.000. Tanpa kelima jurnal ini, laba bulan Agustus CV Sumber Rejeki akan terlihat lebih besar dari kenyataan, karena beban yang sudah terjadi belum tercatat dan pendapatan yang belum jadi hak juga ikut diakui.
Kesalahan umum yang sering terjadi
- Lupa membuat jurnal penyesuaian sama sekali karena kas belum keluar atau masuk, padahal pengakuan akuntansi berbasis akrual bukan berbasis kas.
- Salah membagi periode, misalnya menghitung penyusutan setahun penuh padahal aset baru dibeli pertengahan tahun.
- Mencatat pendapatan diterima di muka langsung sebagai pendapatan penuh saat uang diterima, bukan saat barang atau jasa benar-benar diserahkan.
- Menghitung cadangan piutang tak tertagih tanpa dasar historis yang jelas, sehingga angkanya terlalu kecil atau terlalu besar.
- Membuat jurnal penyesuaian tapi lupa membalik sebagian di awal periode berikutnya untuk akun yang memang harus dibalik.
Untuk akun beban akrual dan pendapatan diterima di muka, sebagian jurnal penyesuaian perlu dibalik di awal periode berikutnya supaya tidak tercatat dua kali. Penjelasan lengkapnya ada di apa itu jurnal pembalik.
Bagaimana software akuntansi mencatat jurnal penyesuaian
Software akuntansi modern seperti Sparta menghitung sebagian jurnal penyesuaian secara otomatis, misalnya penyusutan aset tetap berdasarkan jadwal yang sudah diatur di awal, sehingga tidak perlu dihitung ulang manual setiap bulan. Untuk penyesuaian yang butuh estimasi seperti cadangan piutang tak tertagih, staf keuangan tetap perlu menentukan persentasenya, tapi jurnalnya bisa langsung diposting dan otomatis masuk ke buku besar tanpa risiko salah debit-kredit. Setelah semua jurnal penyesuaian selesai, langkah berikutnya biasanya menyusun kertas kerja di neraca lajur sebelum laporan keuangan final disusun.




