Apa Itu Debit dan Kredit? Pengertian dan Contohnya
Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan dalam akuntansi berpasangan. Simak aturan menambah dan mengurangi tiap akun lewat 10 contoh transaksi distributor.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha
Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan dalam sistem akuntansi berpasangan (double entry), di mana setiap transaksi selalu dicatat minimal di satu akun sebagai debit dan satu akun lain sebagai kredit dengan nilai yang sama. Debit bukan berarti 'bertambah' dan kredit bukan berarti 'berkurang', karena efeknya tergantung jenis akunnya.
Pengertian debit dan kredit
Dalam akuntansi, debit ditulis di sisi kiri dan kredit di sisi kanan sebuah jurnal atau buku besar. Aturan dasarnya: akun aset dan beban bertambah di sisi debit dan berkurang di sisi kredit, sedangkan akun liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di sisi kredit dan berkurang di sisi debit. Aturan ini sering disebut saldo normal akun.
| Jenis Akun | Bertambah di | Berkurang di |
|---|---|---|
| Aset (kas, piutang, persediaan) | Debit | Kredit |
| Beban (biaya operasional, HPP) | Debit | Kredit |
| Liabilitas (hutang usaha, hutang bank) | Kredit | Debit |
| Ekuitas (modal pemilik) | Kredit | Debit |
| Pendapatan (penjualan) | Kredit | Debit |
Fungsi dan kegunaan debit dan kredit
Sistem debit kredit memastikan setiap transaksi tercatat dari dua sisi sekaligus, sehingga total debit selalu sama dengan total kredit di seluruh buku besar. Kalau totalnya tidak sama, itu tanda pasti ada kesalahan input yang harus dicari sebelum laporan keuangan disusun. Inilah yang membuat metode ini jauh lebih bisa diandalkan dibanding mencatat transaksi satu sisi saja seperti buku kas biasa.
Bagi staf akuntansi, memahami debit kredit berarti bisa menerjemahkan kejadian bisnis sehari-hari, misalnya menjual barang atau membayar hutang, menjadi jurnal yang benar tanpa harus menghafal per kasus. Cukup kenali jenis akunnya (aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, atau beban), lalu terapkan aturan saldo normal di atas.
Contoh debit dan kredit di perusahaan dagang
Berikut 10 transaksi harian yang biasa terjadi di distributor barang, beserta akun mana yang didebit dan mana yang dikredit.
| Transaksi | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Setor modal awal pemilik Rp 100 juta | Kas Rp 100.000.000 | Modal pemilik Rp 100.000.000 |
| Beli barang dagang tunai Rp 30 juta | Persediaan Rp 30.000.000 | Kas Rp 30.000.000 |
| Beli barang dagang kredit dari supplier Rp 20 juta | Persediaan Rp 20.000.000 | Hutang usaha Rp 20.000.000 |
| Jual barang tunai Rp 15 juta, HPP Rp 10 juta | Kas Rp 15.000.000; HPP Rp 10.000.000 | Penjualan Rp 15.000.000; Persediaan Rp 10.000.000 |
| Jual barang kredit ke pelanggan Rp 25 juta, HPP Rp 18 juta | Piutang usaha Rp 25.000.000; HPP Rp 18.000.000 | Penjualan Rp 25.000.000; Persediaan Rp 18.000.000 |
| Terima pelunasan piutang Rp 25 juta | Kas Rp 25.000.000 | Piutang usaha Rp 25.000.000 |
| Bayar hutang ke supplier Rp 20 juta | Hutang usaha Rp 20.000.000 | Kas Rp 20.000.000 |
| Bayar gaji karyawan Rp 8 juta | Beban gaji Rp 8.000.000 | Kas Rp 8.000.000 |
| Bayar sewa gudang Rp 5 juta | Beban sewa Rp 5.000.000 | Kas Rp 5.000.000 |
| Pemilik mengambil kas untuk keperluan pribadi (prive) Rp 3 juta | Prive Rp 3.000.000 | Kas Rp 3.000.000 |
Perhatikan transaksi keempat dan kelima: satu transaksi penjualan sebenarnya menghasilkan dua jurnal sekaligus, satu untuk mencatat pendapatan dan kas atau piutang, satu lagi untuk memindahkan nilai barang dari persediaan ke beban pokok penjualan (HPP). Ini sebabnya penjualan barang dagang selalu melibatkan empat akun, bukan cuma dua.
Kesalahan umum yang sering terjadi
Kesalahan paling sering adalah menganggap kredit selalu berarti 'uang keluar' dan debit selalu berarti 'uang masuk', padahal itu hanya berlaku untuk akun kas. Untuk akun hutang misalnya, bertambahnya hutang justru dicatat di sisi kredit, bukan debit.
Kesalahan kedua adalah lupa mencatat sisi HPP saat menjual barang dagang, sehingga persediaan di pembukuan tidak pernah berkurang meski barang sudah keluar dari gudang. Kesalahan ketiga adalah total debit dan kredit yang tidak sama di akhir bulan tapi dibiarkan saja, padahal itu harus ditelusuri sampai ketemu transaksi mana yang salah dicatat sebelum menyusun neraca saldo.
Bagaimana software akuntansi mencatat debit dan kredit
Software akuntansi seperti Sparta membentuk jurnal debit kredit otomatis di belakang layar setiap kali dokumen seperti faktur penjualan, faktur pembelian, atau pembayaran diposting, termasuk sisi HPP yang sering terlupa kalau dicatat manual. Pemilik dan staf tidak perlu hafal akun mana yang harus didebit atau dikredit, karena aturan itu sudah melekat pada setiap jenis dokumen.
Langkah berikutnya
Setelah memahami debit dan kredit, lanjutkan dengan mempelajari apa itu aktiva dan pasiva untuk melihat bagaimana saldo akun-akun ini bermuara ke neraca, dan apa itu jurnal khusus untuk memahami cara mengelompokkan jurnal transaksi yang sering berulang. Kumpulan istilah akuntansi lainnya ada di glosarium istilah akuntansi lengkap.




