Sparta
Glosarium

Apa Itu Debit dan Kredit? Pengertian dan Contohnya

Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan dalam akuntansi berpasangan. Simak aturan menambah dan mengurangi tiap akun lewat 10 contoh transaksi distributor.

Tim Sparta3 menit baca
Ilustrasi untuk artikel Apa Itu Debit dan Kredit? Pengertian dan Contohnya.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha

Debit dan kredit adalah dua sisi pencatatan dalam sistem akuntansi berpasangan (double entry), di mana setiap transaksi selalu dicatat minimal di satu akun sebagai debit dan satu akun lain sebagai kredit dengan nilai yang sama. Debit bukan berarti 'bertambah' dan kredit bukan berarti 'berkurang', karena efeknya tergantung jenis akunnya.

Pengertian debit dan kredit

Dalam akuntansi, debit ditulis di sisi kiri dan kredit di sisi kanan sebuah jurnal atau buku besar. Aturan dasarnya: akun aset dan beban bertambah di sisi debit dan berkurang di sisi kredit, sedangkan akun liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di sisi kredit dan berkurang di sisi debit. Aturan ini sering disebut saldo normal akun.

Saldo normal akun berdasarkan debit dan kredit
Jenis AkunBertambah diBerkurang di
Aset (kas, piutang, persediaan)DebitKredit
Beban (biaya operasional, HPP)DebitKredit
Liabilitas (hutang usaha, hutang bank)KreditDebit
Ekuitas (modal pemilik)KreditDebit
Pendapatan (penjualan)KreditDebit

Fungsi dan kegunaan debit dan kredit

Sistem debit kredit memastikan setiap transaksi tercatat dari dua sisi sekaligus, sehingga total debit selalu sama dengan total kredit di seluruh buku besar. Kalau totalnya tidak sama, itu tanda pasti ada kesalahan input yang harus dicari sebelum laporan keuangan disusun. Inilah yang membuat metode ini jauh lebih bisa diandalkan dibanding mencatat transaksi satu sisi saja seperti buku kas biasa.

Bagi staf akuntansi, memahami debit kredit berarti bisa menerjemahkan kejadian bisnis sehari-hari, misalnya menjual barang atau membayar hutang, menjadi jurnal yang benar tanpa harus menghafal per kasus. Cukup kenali jenis akunnya (aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, atau beban), lalu terapkan aturan saldo normal di atas.

Contoh debit dan kredit di perusahaan dagang

Berikut 10 transaksi harian yang biasa terjadi di distributor barang, beserta akun mana yang didebit dan mana yang dikredit.

10 contoh jurnal debit dan kredit di distributor
TransaksiDebitKredit
Setor modal awal pemilik Rp 100 jutaKas Rp 100.000.000Modal pemilik Rp 100.000.000
Beli barang dagang tunai Rp 30 jutaPersediaan Rp 30.000.000Kas Rp 30.000.000
Beli barang dagang kredit dari supplier Rp 20 jutaPersediaan Rp 20.000.000Hutang usaha Rp 20.000.000
Jual barang tunai Rp 15 juta, HPP Rp 10 jutaKas Rp 15.000.000; HPP Rp 10.000.000Penjualan Rp 15.000.000; Persediaan Rp 10.000.000
Jual barang kredit ke pelanggan Rp 25 juta, HPP Rp 18 jutaPiutang usaha Rp 25.000.000; HPP Rp 18.000.000Penjualan Rp 25.000.000; Persediaan Rp 18.000.000
Terima pelunasan piutang Rp 25 jutaKas Rp 25.000.000Piutang usaha Rp 25.000.000
Bayar hutang ke supplier Rp 20 jutaHutang usaha Rp 20.000.000Kas Rp 20.000.000
Bayar gaji karyawan Rp 8 jutaBeban gaji Rp 8.000.000Kas Rp 8.000.000
Bayar sewa gudang Rp 5 jutaBeban sewa Rp 5.000.000Kas Rp 5.000.000
Pemilik mengambil kas untuk keperluan pribadi (prive) Rp 3 jutaPrive Rp 3.000.000Kas Rp 3.000.000

Perhatikan transaksi keempat dan kelima: satu transaksi penjualan sebenarnya menghasilkan dua jurnal sekaligus, satu untuk mencatat pendapatan dan kas atau piutang, satu lagi untuk memindahkan nilai barang dari persediaan ke beban pokok penjualan (HPP). Ini sebabnya penjualan barang dagang selalu melibatkan empat akun, bukan cuma dua.

Kesalahan umum yang sering terjadi

Kesalahan paling sering adalah menganggap kredit selalu berarti 'uang keluar' dan debit selalu berarti 'uang masuk', padahal itu hanya berlaku untuk akun kas. Untuk akun hutang misalnya, bertambahnya hutang justru dicatat di sisi kredit, bukan debit.

Kesalahan kedua adalah lupa mencatat sisi HPP saat menjual barang dagang, sehingga persediaan di pembukuan tidak pernah berkurang meski barang sudah keluar dari gudang. Kesalahan ketiga adalah total debit dan kredit yang tidak sama di akhir bulan tapi dibiarkan saja, padahal itu harus ditelusuri sampai ketemu transaksi mana yang salah dicatat sebelum menyusun neraca saldo.

Bagaimana software akuntansi mencatat debit dan kredit

Software akuntansi seperti Sparta membentuk jurnal debit kredit otomatis di belakang layar setiap kali dokumen seperti faktur penjualan, faktur pembelian, atau pembayaran diposting, termasuk sisi HPP yang sering terlupa kalau dicatat manual. Pemilik dan staf tidak perlu hafal akun mana yang harus didebit atau dikredit, karena aturan itu sudah melekat pada setiap jenis dokumen.

Langkah berikutnya

Setelah memahami debit dan kredit, lanjutkan dengan mempelajari apa itu aktiva dan pasiva untuk melihat bagaimana saldo akun-akun ini bermuara ke neraca, dan apa itu jurnal khusus untuk memahami cara mengelompokkan jurnal transaksi yang sering berulang. Kumpulan istilah akuntansi lainnya ada di glosarium istilah akuntansi lengkap.

FAQ seputar debit dan kredit

Pertanyaan yang sering diajukan