Sparta
Glosarium

Days Payable Outstanding: Pengertian, Rumus, dan Contoh Hitungan

Pelajari apa itu days payable outstanding, cara menghitung rumus DPO, dan contoh kasus pada bisnis distribusi untuk mengelola arus kas dan utang supplier secara efektif.

Tim Sparta5 menit baca
Ilustrasi untuk artikel Days Payable Outstanding: Pengertian, Rumus, dan Contoh Hitungan.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha

Apa itu days payable outstanding (DPO) adalah rasio keuangan yang menunjukkan rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi utang kepada pemasok. Bagi distributor, angka ini sangat krusial karena menentukan seberapa lama Anda bisa menggunakan uang supplier sebagai modal kerja sebelum jatuh tempo. Mengelola DPO dengan tepat membantu menjaga arus kas tetap sehat tanpa merusak reputasi bisnis di mata mitra dagang.

Pengertian days payable outstanding

Pengertian days payable outstanding adalah metrik efisiensi yang mengukur berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk membayar tagihan dari vendor atau supplier. Dalam siklus akuntansi, DPO merupakan bagian dari komponen pengeluaran kas yang mencerminkan kebijakan kredit perusahaan terhadap pihak ketiga. Jika Anda ingin memahami lebih banyak istilah serupa, silakan cek Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha.

DPO adalah indikator penting dalam manajemen modal kerja. Jika nilai DPO tinggi, artinya Anda menahan uang lebih lama di dalam bisnis, yang bisa digunakan untuk keperluan operasional lain. Namun, jika terlalu tinggi, supplier mungkin akan menganggap Anda memiliki masalah likuiditas atau sengaja menunda pembayaran, yang berisiko pada penghentian pasokan barang.

Sebaliknya, DPO yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan membayar utangnya dengan sangat cepat. Meskipun ini bagus untuk hubungan dengan supplier, DPO yang terlalu rendah bisa berarti Anda tidak memanfaatkan fasilitas kredit secara maksimal, sehingga arus kas keluar terlalu cepat sebelum barang sempat terjual kembali.

Rumus dan cara menghitung

Untuk menghitung DPO, Anda membutuhkan dua data utama dari laporan keuangan: saldo utang usaha (accounts payable) dan Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold (COGS). Sejak berlakunya tarif PPN 12 persen pada awal 2025, pastikan nilai utang usaha yang Anda gunakan sudah mencakup komponen pajak tersebut jika tagihan supplier menyertakan PPN.

Rumus standar untuk menghitung days payable outstanding adalah:

DPO = (Rata-rata Utang Usaha / HPP) x Jumlah Hari dalam Periode

  • Rata-rata Utang Usaha: (Saldo Utang Awal + Saldo Utang Akhir) dibagi 2.
  • HPP (COGS): Total biaya perolehan barang yang terjual selama periode tersebut.
  • Jumlah Hari: Biasanya 365 hari untuk setahun atau 90 hari untuk satu kuartal.

Contoh di perusahaan dagang

Bayangkan Anda mengelola sebuah distributor elektronik. Pada laporan keuangan tahunan 2025, Anda memiliki data sebagai berikut untuk menghitung contoh days payable outstanding:

Tabel 1: Data Keuangan Distributor Elektronik
Komponen LaporanNilai (Rupiah)
Saldo Utang Usaha (1 Jan 2025)500.000.000
Saldo Utang Usaha (31 Des 2025)700.000.000
Harga Pokok Penjualan (HPP) 20256.000.000.000
Jumlah Hari dalam Setahun365

Langkah perhitungan:

  1. Hitung rata-rata utang usaha: (500.000.000 + 700.000.000) / 2 = 600.000.000.
  2. Bagi rata-rata utang dengan HPP: 600.000.000 / 6.000.000.000 = 0,1.
  3. Kalikan dengan jumlah hari: 0,1 x 365 = 36,5 hari.

Dalam contoh ini, DPO adalah 36,5 hari. Artinya, rata-rata distributor ini membayar supplier dalam waktu 36 hingga 37 hari. Jika supplier memberikan termin pembayaran (term of payment) 30 hari, maka distributor ini sering terlambat membayar. Namun jika terminnya 45 hari, maka distributor ini membayar lebih cepat dari jatuh tempo.

Kesalahan umum yang sering terjadi

Banyak admin keuangan atau pemilik bisnis melakukan kesalahan saat menganalisis apa itu dpo, yang mengakibatkan pengambilan keputusan yang keliru. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Mencampur utang non-dagang: DPO hanya boleh menghitung utang yang berkaitan langsung dengan pembelian stok barang dagangan. Jangan memasukkan utang cicilan kendaraan operasional atau utang gaji karyawan.
  • Mengabaikan PPN 12 persen: Sejak 2025, pastikan pencatatan utang di neraca sinkron dengan nilai faktur pajak yang diterima melalui sistem Coretax agar saldo utang akurat.
  • Tidak membandingkan dengan DSO: DPO tidak bisa berdiri sendiri. Anda harus membandingkannya dengan Apa Itu Days Sales Outstanding? Rumus dan Cara Menghitungnya. Jika DPO lebih kecil dari DSO, Anda membayar supplier lebih cepat daripada pelanggan membayar Anda, yang bisa mencekik arus kas.
  • Menggunakan total pembelian, bukan HPP: Beberapa orang salah menggunakan total nilai pembelian dalam satu periode. Padahal, rumus standar menggunakan HPP untuk mencerminkan barang yang benar-benar sudah keluar dari gudang.

Bagaimana software akuntansi mencatat days payable outstanding

Di era modern, Anda tidak perlu lagi menghitung DPO secara manual menggunakan kalkulator setiap akhir bulan. Software ERP seperti Sparta membantu Anda melacak setiap transaksi pembelian dan pembayaran secara real-time. Dengan jurnal otomatis akuntansi modern, setiap kali admin gudang menerima barang dan admin keuangan mencatat tagihan, saldo utang usaha akan langsung terupdate di neraca.

Sparta memungkinkan Anda melihat umur utang (aging report) secara instan. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki koneksi langsung ke Coretax untuk penerbitan faktur, sistem ini sudah mendukung penyimpanan nomor dan tanggal faktur pajak untuk mempermudah rekonsiliasi. Anda bisa melihat tren DPO dari bulan ke bulan untuk memastikan bahwa strategi pembayaran Anda tetap selaras dengan target Apa Itu Cash Conversion Cycle? Rumus dan Cara Menghitungnya.

Penting untuk diingat bahwa Sparta adalah sistem berbasis web yang fokus pada kemudahan akses bagi distributor. Meskipun belum mendukung integrasi marketplace atau aplikasi native, kemampuan audit log dan agen AI Tanya Sparta sangat membantu kepala gudang dan pemilik usaha dalam memantau pergerakan stok dan utang tanpa harus membuka banyak laporan manual.

Strategi mengelola utang usaha

Mengelola DPO bukan berarti selalu menunda pembayaran. Berikut adalah langkah praktis untuk mengoptimalkan DPO di bisnis Anda:

  • Negosiasi termin pembayaran: Cobalah meminta perpanjangan termin dari 30 hari menjadi 45 atau 60 hari kepada supplier utama yang sudah memiliki hubungan lama.
  • Manfaatkan diskon pembayaran awal: Jika kas Anda sedang berlebih, membayar lebih cepat untuk mendapatkan diskon 2 persen (term 2/10 n/30) seringkali lebih menguntungkan daripada menahan uang di bank.
  • Gunakan fitur cegah stok negatif: Pastikan sistem inventaris Anda akurat. Dengan fitur cegah stok negatif di Sparta, Anda menghindari pembelian barang yang sebenarnya masih ada di gudang, sehingga utang usaha tidak membengkak tanpa alasan.
  • Pantau performa supplier: Gunakan data DPO untuk mengevaluasi supplier mana yang memberikan kelonggaran paling banyak dan mana yang sangat ketat dalam penagihan.

Dengan memahami apa itu days payable outstanding dan cara menghitungnya secara rutin, Anda memiliki kendali lebih besar atas likuiditas perusahaan. Mulailah merapikan catatan utang Anda dan pastikan setiap transaksi tercatat dengan benar untuk analisis yang akurat.

Pertanyaan yang sering diajukan