Biaya Overhead: Pengertian, Rumus, dan Contoh Hitungan
Pahami apa itu biaya overhead, rumus menghitungnya, serta contoh nyata pada bisnis distribusi untuk mengelola profitabilitas usaha Anda secara lebih akurat.

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha
Biaya overhead adalah pengeluaran bisnis yang tidak terkait langsung dengan proses produksi barang atau pembelian stok dagangan, namun tetap diperlukan agar operasional perusahaan berjalan. Memahami apa itu biaya overhead membantu Anda menentukan harga jual yang tepat agar margin keuntungan tidak tergerus oleh beban tersembunyi seperti sewa gudang, tagihan listrik kantor, maupun gaji staf administrasi yang sering terlewat dalam perhitungan manual.
Pengertian Biaya Overhead dalam Operasional Bisnis
Dalam dunia akuntansi, pengertian biaya overhead merujuk pada semua biaya pada laporan laba rugi di luar biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Jika Anda adalah seorang distributor, biaya pembelian barang dari supplier bukan merupakan overhead, melainkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Namun, biaya bensin untuk truk pengiriman dan gaji admin gudang masuk dalam kategori overhead karena mereka mendukung penjualan tanpa menjadi bagian dari produk itu sendiri.
Penting bagi pemilik usaha untuk membedakan biaya ini agar bisa melakukan efisiensi. Tanpa pengawasan ketat, biaya overhead bisa membengkak dan menyebabkan bisnis merugi meskipun angka penjualan terlihat tinggi. Untuk memahami istilah teknis lainnya, Anda dapat merujuk pada Istilah Akuntansi Lengkap: Kamus A-Z untuk Pemilik Usaha sebagai panduan dasar dalam mengelola keuangan perusahaan.
Secara umum, biaya overhead dibagi menjadi tiga kategori utama berdasarkan perilakunya terhadap volume aktivitas bisnis:
- Overhead Tetap (Fixed Overhead): Biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun volume penjualan naik atau turun, contohnya sewa gedung dan premi asuransi.
- Overhead Variabel (Variable Overhead): Biaya yang berfluktuasi mengikuti aktivitas bisnis, seperti biaya perlengkapan kantor atau biaya kirim kurir pihak ketiga.
- Overhead Semi-Variabel: Biaya yang memiliki komponen tetap namun bisa bertambah sesuai penggunaan, seperti tagihan listrik gudang yang meningkat saat jam operasional lembur.
Rumus Biaya Overhead dan Cara Menghitungnya
Ada dua cara umum untuk menghitung dan membebankan biaya overhead ke dalam harga produk atau layanan. Pertama adalah menghitung persentase overhead terhadap total penjualan, dan kedua adalah menentukan tarif overhead per unit atau per jam kerja.
1. Rumus Persentase Overhead
Rumus ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar porsi pendapatan yang habis hanya untuk membiayai operasional kantor dan gudang. Rumusnya adalah: (Total Biaya Overhead / Total Penjualan) x 100 persen.
2. Rumus Tarif Overhead per Unit
Metode ini lebih sering digunakan oleh distributor untuk menentukan berapa biaya tambahan yang harus dibebankan pada setiap barang yang keluar dari gudang. Rumusnya adalah: Total Biaya Overhead / Jumlah Unit yang Terjual atau Diproduksi.
Dengan mengetahui tarif ini, Anda bisa memastikan bahwa Apa Itu Harga Pokok Produksi? Rumus dan Cara Menghitungnya sudah mencakup beban operasional sehingga harga jual tidak hanya menutupi harga beli barang dari pabrik.
Contoh Hitungan Biaya Overhead pada Perusahaan Dagang
Mari kita lihat contoh kasus pada PT Distribusi Maju yang bergerak di bidang grosir alat tulis. Pada bulan Agustus 2026, perusahaan mencatat pengeluaran sebagai berikut:
| Kategori Biaya | Jumlah (Rupiah) | Keterangan |
|---|---|---|
| Sewa Gudang | 15.000.000 | Tetap |
| Gaji Admin & Sales | 25.000.000 | Tetap |
| Listrik, Air, & Internet | 4.500.000 | Semi-Variabel |
| Penyusutan Truk | 3.000.000 | Tetap (Non-Kas) |
| Perlengkapan Packing | 2.500.000 | Variabel |
| Total Overhead | 50.000.000 | Total Beban Operasional |
Jika pada bulan tersebut PT Distribusi Maju berhasil menjual 20.000 unit produk, maka perhitungan tarif overhead per unit adalah: 50.000.000 / 20.000 = Rp2.500 per unit.
Artinya, jika harga beli barang dari supplier adalah Rp10.000, maka biaya modal sebenarnya sebelum mengambil untung adalah Rp12.500 (Rp10.000 HPP + Rp2.500 Overhead). Jika pemilik hanya melihat HPP tanpa menghitung biaya overhead adalah Rp2.500, mereka mungkin akan menjual di harga Rp12.000 dan merasa untung, padahal secara riil perusahaan merugi Rp500 per unit.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Biaya Overhead
Banyak pemilik bisnis terjebak dalam manajemen keuangan karena salah mengklasifikasikan pengeluaran. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Mencampur Biaya Pribadi dengan Bisnis: Seringkali tagihan telepon atau bensin kendaraan pribadi dimasukkan ke dalam overhead perusahaan, sehingga laporan keuangan menjadi tidak akurat.
- Mengabaikan Biaya Non-Kas: Penyusutan aset seperti kendaraan dan bangunan gudang sering lupa dihitung sebagai overhead, padahal dana ini diperlukan untuk penggantian aset di masa depan.
- Tidak Memperhitungkan Pajak: Sejak 1 Januari 2025, tarif PPN adalah 12 persen. Untuk jasa kena pajak yang masuk kategori overhead (seperti jasa keamanan atau kebersihan), pastikan nilai PPN sudah tercatat dengan benar di pembukuan.
- Gagal Menyesuaikan Tarif: Menggunakan tarif overhead tahun lalu untuk tahun berjalan tanpa melihat kenaikan inflasi atau kenaikan gaji karyawan.
- Salah Menangani Selisih Kurs: Bagi distributor yang mengimpor barang, fluktuasi mata uang bisa memengaruhi biaya operasional. Pelajari Apa Itu Selisih Kurs? Rumus dan Cara Menghitungnya untuk melihat dampaknya pada beban usaha.
Bagaimana Software Akuntansi Mencatat Biaya Overhead
Mencatat biaya overhead secara manual menggunakan spreadsheet sangat berisiko terjadi kesalahan input atau data hilang. Software akuntansi modern kini menggunakan sistem jurnal otomatis akuntansi modern untuk mengelompokkan setiap pengeluaran ke akun biaya yang tepat secara langsung saat transaksi dicatat.
Sparta sebagai ERP untuk bisnis distribusi membantu Anda memantau biaya overhead melalui fitur pencatatan beban dan integrasi laporan keuangan. Dengan Sparta, Anda bisa menyimpan nomor dan tanggal faktur pajak sesuai standar Coretax untuk keperluan rekonsiliasi. Fitur audit log memastikan setiap perubahan pada biaya overhead terlacak oleh siapa dan kapan, sehingga meminimalisir risiko fraud di bagian keuangan.
Selain itu, agen AI Tanya Sparta dapat membantu Anda menganalisis tren biaya overhead setiap bulan. Anda cukup bertanya, Berapa total biaya listrik gudang selama tiga bulan terakhir? dan AI akan membaca data untuk memberikan jawaban instan. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki integrasi marketplace atau aplikasi native, kemampuannya dalam mengelola stok multi-gudang dan akuntansi sangat mumpuni untuk distributor yang ingin beralih dari pencatatan manual.
Langkah Praktis Mengontrol Biaya Overhead
Setelah Anda mengetahui apa itu biaya overhead dan cara menghitungnya, langkah selanjutnya adalah melakukan kontrol agar biaya tersebut tetap efisien. Mulailah dengan melakukan audit bulanan terhadap pengeluaran variabel. Jika biaya perlengkapan packing meningkat drastis tanpa kenaikan penjualan yang sebanding, segera cari penyebabnya.
Gunakan data dari laporan laba rugi untuk membandingkan persentase overhead dari bulan ke bulan. Jika persentase tersebut terus naik, itu adalah sinyal bahwa operasional Anda menjadi tidak efisien. Dengan sistem yang terintegrasi seperti Sparta, Anda dapat melihat laporan ini secara real-time tanpa harus menunggu akhir bulan, sehingga keputusan bisnis bisa diambil lebih cepat dan akurat.




