Sparta
Industri

Software Sparepart Alat Berat: Part Number, Stok, dan Harga

Panduan software sparepart alat berat untuk distributor part Komatsu, CAT, dan Hitachi: fitur wajib, alur transaksi, kurs impor, dan checklist memilih vendor.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Software ERP Sparepart: Panduan Lengkap untuk Distributor

Software sparepart alat berat adalah aplikasi yang mengelola ribuan part number Komatsu, CAT, Hitachi, dan merek lain sekaligus mencatat harga impor yang bergerak mengikuti kurs, stok per gudang, dan penagihan ke bengkel atau kontraktor. Kebutuhannya berbeda dari toko sparepart biasa karena satu unit alat berat bisa punya ratusan nomor part dengan variasi OEM, aftermarket, dan substitusi yang harus tetap saling terhubung di sistem.

Tantangan operasional distributor sparepart alat berat

Distributor part excavator atau bulldozer menghadapi tiga masalah yang jarang dialami toko ritel biasa. Pertama, katalog part number sangat besar dan sebagian besar barangnya bergerak lambat, sehingga uang tertahan di stok yang jarang laku. Kedua, harga beli dalam dolar AS sementara harga jual dalam Rupiah, jadi margin bisa tergerus hanya karena kurs bergerak antara tanggal PO dan tanggal barang tiba. Ketiga, satu pelanggan (kontraktor tambang atau perkebunan) sering membeli dalam jumlah kecil tapi rutin, sehingga volume dokumen jauh lebih banyak daripada nilai transaksinya.

Kalau pencatatan masih di Excel terpisah dari pembukuan, tiga masalah ini saling memperparah. Stok yang salah membuat sales menjanjikan barang yang sebenarnya kosong, sementara harga jual yang telat disesuaikan dengan kurs baru membuat distributor menjual di bawah harga pokok tanpa sadar.

Mengelola part number OEM, aftermarket, dan substitusi

Satu kebutuhan part fisik bisa punya beberapa kode: nomor asli pabrikan (OEM), nomor aftermarket dari produsen pihak ketiga, dan nomor part lama yang sudah digantikan nomor baru (superseded). Sistem stok yang baik menyimpan semuanya sebagai satu item dengan field kode alternatif atau catatan silang, bukan sebagai barang yang berbeda-beda, supaya saat mencari filter oli untuk unit tertentu, sales bisa langsung melihat semua pilihan yang tersedia beserta stok dan harganya.

Tanpa pengelolaan ini, gudang sering menyimpan dua kode untuk barang yang sebenarnya sama, sehingga stok tampak menumpuk di satu kode dan kosong di kode lain padahal fisiknya cukup.

Harga impor, kurs, dan landed cost

Sebagian besar part alat berat masuk lewat impor, sehingga harga pokoknya bukan sekadar harga faktur pemasok tapi harga faktur ditambah bea masuk, PPN impor, dan biaya pengiriman domestik. Berikut contoh perhitungan untuk satu part seharga USD 120 per unit dengan kurs Rp 15.800, bea masuk 5 persen, dan biaya angkut dari pelabuhan ke gudang Rp 150.000 per pengiriman.

Contoh perhitungan landed cost part impor
KomponenPerhitunganNilai
Harga CIFUSD 120 x Rp 15.800Rp 1.896.000
Bea masuk 5%5% x Rp 1.896.000Rp 94.800
Dasar PPN imporRp 1.896.000 + Rp 94.800Rp 1.990.800
PPN impor 11%11% x Rp 1.990.800Rp 218.988
Biaya angkut domestikper pengirimanRp 150.000
Landed cost (di luar PPN yang bisa dikreditkan)Rp 1.896.000 + Rp 94.800 + Rp 150.000Rp 2.140.800

Jika perusahaan berstatus PKP, PPN impor Rp 218.988 tidak masuk ke harga pokok karena bisa dikreditkan sebagai PPN masukan, sehingga harga pokok per unit menjadi Rp 2.140.800. Software yang tidak memisahkan komponen ini biasanya menyamaratakan PPN ke harga pokok, membuat HPP tampak lebih tinggi dari yang seharusnya dan margin yang dilaporkan lebih rendah dari kenyataan.

Fitur wajib software untuk distributor sparepart alat berat

  • Multi-currency untuk purchase order dan faktur pembelian, dengan kurs tersimpan per transaksi.
  • Landed cost otomatis yang memasukkan bea masuk dan biaya lain ke harga pokok, memisahkan PPN impor yang bisa dikreditkan.
  • Field kode alternatif atau catatan silang untuk part OEM, aftermarket, dan superseded.
  • Kartu stok multi-gudang real-time dengan valuasi FIFO atau rata-rata bergerak.
  • Laporan stok minimum per part number karena ribuan SKU tidak mungkin dipantau manual satu per satu.
  • Harga jual yang bisa disesuaikan per pelanggan (kontraktor besar biasanya dapat harga khusus dibanding bengkel kecil).

Alur transaksi distributor sparepart alat berat dari pembelian sampai penagihan

  1. Purchase order ke pemasok atau prinsipal, dalam USD atau Rupiah sesuai kesepakatan.
  2. Penerimaan barang di gudang, dicocokkan jumlah dan kondisi fisik dengan PO.
  3. Faktur pembelian dicatat dengan kurs pada tanggal faktur, landed cost dihitung otomatis.
  4. Part masuk stok dengan harga pokok yang sudah termasuk bea masuk dan biaya angkut.
  5. Sales order dari bengkel atau kontraktor, harga mengikuti daftar harga pelanggan tersebut.
  6. Faktur penjualan diterbitkan, stok berkurang, jurnal penjualan dan HPP terbentuk otomatis.
  7. Penagihan dan penerimaan pembayaran, dicocokkan dengan tempo yang disepakati.

PPN, faktur pajak, dan laporan yang perlu disiapkan

Distributor sparepart alat berat yang sudah PKP wajib menerbitkan faktur pajak untuk setiap penjualan ke pembeli lain, dan wajib melaporkan SPT Masa PPN setiap bulan. Karena barang non-mewah, DPP yang dipakai adalah DPP nilai lain 11/12 dari harga jual, sehingga PPN yang dipungut tetap efektif 11 persen meski tarif nominalnya 12 persen sejak 2025. Perhitungan detailnya ada di cara menghitung PPN 12 persen dengan DPP nilai lain.

Laporan yang paling sering dibutuhkan pemilik distributor sparepart alat berat adalah laporan stok per part number, laporan umur stok untuk mendeteksi barang yang lambat bergerak, dan laporan piutang karena pembayaran dari kontraktor sering bertempo 30 sampai 60 hari.

Checklist memilih software distributor sparepart alat berat

  • Bisa mencatat harga beli dalam USD dan menghitung landed cost otomatis termasuk bea masuk.
  • Punya field untuk kode alternatif atau part superseded, bukan hanya satu kolom kode barang.
  • Kartu stok per gudang real-time, bukan laporan yang baru update di akhir hari.
  • Mendukung PPN 12 persen dengan DPP nilai lain dan bisa ekspor e-Faktur ke Coretax.
  • Harga jual bisa berbeda per pelanggan tanpa harus membuat daftar barang duplikat.

Total biaya kepemilikan dan dukungan vendor

Selain harga langganan, pertimbangkan juga biaya pelatihan tim gudang yang mungkin belum terbiasa dengan sistem digital, biaya migrasi data ribuan part number dari catatan lama, dan seberapa responsif vendor saat ada kendala di lapangan. Distributor sparepart alat berat biasanya beroperasi di lokasi yang tidak selalu dekat kota besar, sehingga dukungan yang bisa diakses jarak jauh lewat chat atau video call menjadi nilai tambah dibanding vendor yang hanya melayani tatap muka.

Untuk melihat bagaimana kebutuhan ini terpenuhi dalam satu sistem, baca panduan lengkap software ERP sparepart, atau bandingkan dengan kebutuhan toko sparepart motor di aplikasi toko sparepart motor dan daftar pilihan sistem stok di aplikasi stok barang terbaik.

Pertanyaan yang sering diajukan