Sparta
Akuntansi

Cara Mencatat Penjualan Marketplace dan Potongannya

Cara mencatat penjualan marketplace yang benar mencatat nilai bruto, potongan biaya platform dan ongkir, lalu merekonsiliasi saat saldo dicairkan.

Tim Sparta5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM

Cara mencatat penjualan marketplace yang benar adalah mencatat nilai penjualan bruto sesuai harga jual ke pembeli, memisahkan potongan biaya platform dan ongkos kirim sebagai beban, lalu merekonsiliasi saat dana benar-benar cair ke rekening. Kesalahan paling umum adalah langsung mencatat sebesar dana yang masuk ke rekening, padahal itu sudah net setelah dipotong biaya.

Kenapa mencatat sebesar dana masuk itu keliru

Misalkan toko Anda menjual satu unit blender seharga Rp 350.000 lewat marketplace. Platform memotong biaya layanan dan biaya admin sebesar Rp 24.500, ditambah subsidi ongkir yang ditanggung penjual Rp 10.000, sehingga dana yang cair ke rekening hanya Rp 315.500. Jika Anda mencatat penjualan sebesar Rp 315.500 saja, laporan penjualan Anda akan lebih kecil dari harga jual sebenarnya, dan Anda kehilangan visibilitas berapa besar biaya platform yang sesungguhnya Anda tanggung.

Langkah mencatat penjualan bruto

  1. Catat penjualan sebesar harga jual ke pembeli, yaitu Rp 350.000, sebagai pendapatan penjualan.
  2. Catat biaya layanan dan admin platform, misalnya Rp 24.500, sebagai beban operasional terpisah, bukan pengurang pendapatan.
  3. Catat subsidi ongkir yang ditanggung penjual, misalnya Rp 10.000, sebagai beban pemasaran atau beban penjualan.
  4. Catat harga pokok barang yang terjual sesuai kartu stok untuk mendapatkan laba kotor yang akurat.
  5. Tunggu pencairan dana dari marketplace, biasanya beberapa hari setelah pesanan selesai, dan cocokkan jumlahnya dengan Rp 350.000 dikurangi Rp 24.500 dan Rp 10.000, yaitu Rp 315.500.

Dengan urutan ini, laporan laba rugi Anda menunjukkan pendapatan kotor Rp 350.000, beban platform Rp 34.500, dan yang benar-benar masuk kas Rp 315.500. Anda bisa melihat persis berapa persen omzet yang habis untuk biaya platform, dalam contoh ini sekitar 9,86 persen dari harga jual.

Rekonsiliasi saat saldo dicairkan

Marketplace biasanya mencairkan dana secara berkala, bukan per transaksi, dan laporan pencairan (settlement report) mereka menggabungkan banyak pesanan sekaligus, termasuk potongan retur dan komplain. Setiap kali menerima laporan pencairan, cocokkan total dana yang masuk dengan jumlah semua transaksi dalam periode itu dikurangi semua potongan yang tercantum. Selisih yang tidak bisa dijelaskan berarti ada transaksi yang belum tercatat atau salah dicatat sebelumnya.

Contoh rekonsiliasi penjualan marketplace mingguan
KomponenJumlah
Total penjualan bruto (10 transaksi)Rp 3.200.000
Biaya layanan dan admin platformRp 224.000
Subsidi ongkir ditanggung penjualRp 95.000
Potongan retur 1 transaksiRp 180.000
Dana cair ke rekeningRp 2.701.000

Perhitungan verifikasi: Rp 3.200.000 dikurangi Rp 224.000 dikurangi Rp 95.000 dikurangi Rp 180.000 sama dengan Rp 2.701.000, cocok dengan dana yang cair. Jika angkanya tidak cocok, periksa apakah ada transaksi yang belum masuk laporan atau ada potongan lain yang belum tercatat.

Contoh di bisnis distribusi

Distributor alat rumah tangga yang mulai berjualan lewat marketplace selain jalur toko biasanya perlu memisahkan pencatatan dua kanal ini, karena struktur biaya dan tempo pencairannya berbeda. Penjualan lewat toko biasanya masuk kas atau tempo langsung, sementara penjualan marketplace tertahan beberapa hari di platform sebelum cair, sehingga arus kas dari dua kanal ini perlu dipantau terpisah agar tidak salah memprediksi kas yang tersedia.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencatat penjualan sebesar dana yang cair, bukan harga jual bruto sebenarnya.
  • Tidak memisahkan biaya platform dari beban operasional lain, sehingga sulit menilai profitabilitas kanal marketplace.
  • Lupa mencatat retur dan komplain yang memotong pencairan berikutnya.
  • Tidak merekonsiliasi laporan pencairan secara rutin, sehingga selisih menumpuk dan sulit ditelusuri.

Setelah pencatatan penjualan marketplace rapi, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan bulanan yang lengkap lewat panduan cara membuat laporan keuangan, atau otomatisasi jurnal dari setiap transaksi lewat jurnal otomatis akuntansi modern. Biaya lain yang sering luput seperti biaya admin bank juga sebaiknya dicatat konsisten dengan pendekatan yang sama.

Mencatat biaya iklan dan promosi di marketplace

Selain biaya layanan dan ongkir, banyak penjual juga membeli iklan atau mengikuti promosi berbayar di marketplace agar produknya lebih terlihat. Biaya ini sebaiknya dicatat sebagai beban pemasaran tersendiri, terpisah dari biaya layanan transaksi, supaya Anda bisa menghitung berapa biaya akuisisi per penjualan yang dihasilkan dari iklan tersebut. Mencampur semua biaya platform jadi satu akun akan menyulitkan evaluasi apakah anggaran iklan marketplace memang menghasilkan penjualan tambahan yang sepadan.

Menangani beberapa akun toko sekaligus

Bisnis yang berjualan di lebih dari satu marketplace, misalnya sekaligus di dua platform besar, sebaiknya memisahkan kode akun pendapatan atau minimal kategori transaksi per platform. Cara ini membuat Anda bisa membandingkan langsung mana kanal yang margin bersihnya lebih baik setelah dikurangi biaya platform masing-masing, karena setiap marketplace punya struktur potongan yang berbeda.

Pencatatan yang rapi per kanal juga memudahkan saat menyusun laporan penjualan bulanan ke pemilik usaha, karena Anda bisa menunjukkan kontribusi masing-masing kanal secara terpisah, bukan hanya angka gabungan yang sulit dianalisis lebih lanjut.

Menghubungkan penjualan marketplace ke stok fisik

Karena penjualan marketplace terjadi di luar toko fisik, penting memastikan setiap pesanan yang selesai benar-benar mengurangi stok di kartu stok pusat, bukan dicatat terpisah di catatan penjualan online saja. Jika stok fisik dan stok yang tampil di marketplace tidak sinkron, risikonya adalah menjual barang yang sebenarnya sudah habis, atau sebaliknya, stok menumpuk di gudang karena tidak terlihat tersedia di etalase online.

Untuk bisnis dengan penjualan lintas kanal dalam volume cukup besar, sebaiknya satu sistem pencatatan stok menjadi sumber kebenaran tunggal, dengan penjualan dari toko fisik maupun marketplace sama-sama mengurangi stok yang sama. Cara ini mencegah selisih stok yang sering muncul ketika dua kanal dicatat di dua tempat berbeda tanpa saling terhubung, dan memudahkan saat melakukan stock opname karena hanya ada satu angka stok yang perlu dicocokkan, bukan dua catatan terpisah yang bisa saling bertentangan setiap akhir bulan.

Kebiasaan mencatat rapi ini juga memudahkan saat pemilik usaha ingin tahu produk mana yang sebenarnya paling laku secara keseluruhan, bukan hanya paling laku di satu kanal saja, sehingga keputusan menambah stok atau menghentikan produk tertentu bisa diambil berdasarkan gambaran penjualan yang lengkap dari semua kanal.

Pertanyaan yang sering diajukan