Cara Mencatat Pembelian Kredit dan Pelunasannya
Pelajari cara mencatat pembelian kredit secara akurat, mulai dari jurnal PPN masukan, pelunasan sebagian, hingga potongan tunai untuk laporan keuangan yang rapi.
Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM
Cara mencatat pembelian kredit melibatkan pengakuan persediaan atau beban di sisi debit dan utang usaha di sisi kredit. Anda perlu mencatat nilai barang serta pajak masukan secara teliti agar laporan keuangan tetap akurat. Memahami proses ini membantu Anda mengelola arus kas dan menjaga hubungan baik dengan pemasok melalui pembayaran tepat waktu sesuai termin yang disepakati.
Memahami Jurnal Pembelian Kredit Dasar
Dalam akuntansi, pembelian kredit terjadi ketika Anda menerima barang atau jasa sekarang tetapi membayarnya di kemudian hari. Transaksi ini menciptakan kewajiban yang disebut utang usaha. Jika Anda menggunakan sistem pencatatan perpetual, Anda akan mendebit akun Persediaan Barang Dagang. Namun, jika Anda menggunakan sistem periodik, Anda akan mendebit akun Pembelian.
Pencatatan yang benar sangat krusial karena akan memengaruhi neraca dan laporan laba rugi. Jika Anda salah mencatat utang, saldo kas yang diproyeksikan untuk masa depan bisa menjadi tidak akurat. Pastikan setiap faktur dari pemasok disimpan sebagai bukti pendukung sebelum Anda melakukan entri jurnal ke dalam buku besar.
Langkah Mencatat Pembelian Kredit dengan PPN Masukan
Saat membeli barang dari Pengusaha Kena Pajak (PKP), Anda biasanya akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN yang Anda bayar kepada pemasok ini disebut sebagai PPN Masukan. Berdasarkan aturan terbaru, tarif PPN efektif adalah 11 persen. PPN ini nantinya dapat dikreditkan untuk mengurangi PPN Keluaran yang Anda pungut dari pelanggan.
Pencatatan PPN Masukan harus dilakukan pada saat transaksi pembelian diakui. Hal ini sangat penting untuk sinkronisasi dengan sistem Coretax yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Anda harus memastikan nomor faktur pajak dari pemasok sudah sesuai agar tidak terjadi kendala saat pelaporan pajak bulanan. Untuk memahami bagaimana posisi utang ini memengaruhi kesehatan bisnis secara menyeluruh, Anda bisa membaca Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM.
Berikut adalah struktur jurnal standar untuk pembelian kredit dengan PPN:
- Debit: Persediaan Barang Dagang (Nilai DPP)
- Debit: PPN Masukan (11% dari DPP)
- Kredit: Utang Usaha (Total Nilai Faktur)
Panduan Mencatat Pelunasan Penuh dan Sebagian
Pelunasan utang tidak selalu dilakukan dalam satu kali pembayaran. Seringkali, karena alasan manajemen arus kas, Anda mungkin melakukan pembayaran bertahap atau pelunasan sebagian. Setiap pembayaran harus mengurangi saldo utang usaha pada vendor yang bersangkutan secara spesifik.
Jika Anda melakukan pelunasan sebagian, jurnalnya cukup sederhana: debit akun Utang Usaha dan kredit akun Kas atau Bank sebesar nominal yang dibayarkan. Saldo sisa utang akan tetap menggantung di buku pembantu utang sampai pelunasan berikutnya dilakukan. Konsistensi dalam mencatat tanggal pembayaran sangat penting agar Anda tidak melewati batas tempo yang bisa mengakibatkan denda atau penurunan limit kredit dari pemasok.
Tips Mencatat Pembelian Kredit dengan Diskon Pelunasan Cepat
Banyak pemasok menawarkan termin kredit seperti 2/10, n/30. Ini berarti Anda mendapatkan potongan 2 persen jika membayar dalam 10 hari sejak tanggal faktur, dengan batas maksimal pembayaran 30 hari. Diskon ini sangat menguntungkan untuk mengurangi harga pokok pembelian Anda.
Saat Anda mengambil diskon ini, jumlah kas yang keluar akan lebih kecil dari nilai utang yang tercatat semula. Selisihnya dicatat sebagai Potongan Pembelian di sisi kredit. Potongan ini akan mengurangi nilai persediaan atau beban pembelian dalam laporan laba rugi. Detail lebih lanjut mengenai perlakuan ini bisa Anda pelajari di artikel Cara Mencatat Diskon Penjualan dan Diskon Pembelian.
Contoh Perhitungan Langkah Demi Langkah
Mari kita gunakan contoh angka konkret agar Anda lebih mudah memahaminya. Misalkan pada tanggal 1 Mei, Toko ABC membeli barang dagang seharga Rp10.000.000 secara kredit dengan termin 2/10, n/30. PPN yang dikenakan adalah 11 persen.
| Tanggal | Keterangan Transaksi | Nilai Transaksi |
|---|---|---|
| 1 Mei | Pembelian Barang (DPP) | Rp10.000.000 |
| 1 Mei | PPN Masukan (11%) | Rp1,100.000 |
| 1 Mei | Total Utang Usaha | Rp11.100.000 |
- Jurnal 1 Mei (Pembelian): Debit Persediaan Rp10.000.000, Debit PPN Masukan Rp1.100.000, Kredit Utang Usaha Rp11.100.000.
- Jurnal 5 Mei (Bayar Sebagian): Anda membayar Rp5.000.000. Jurnalnya: Debit Utang Usaha Rp5.000.000, Kredit Kas/Bank Rp5.000.000. Sisa utang kini Rp6.100.000.
- Jurnal 9 Mei (Pelunasan Sisa dengan Diskon): Karena masih dalam periode 10 hari, Anda mendapat diskon 2% dari nilai barang yang tersisa. Diskon = 2% x Rp5.000.000 (asumsi porsi DPP yang belum dibayar) = Rp100.000. Kas yang dibayar = Rp6.100.000 dikurangi Rp100.000 = Rp6.000.000.
- Jurnal Pelunasan Akhir: Debit Utang Usaha Rp6.100.000, Kredit Potongan Pembelian Rp100.000, Kredit Kas/Bank Rp6.000.000.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pencatatan
Salah satu kesalahan paling umum adalah lupa mencatat PPN masukan pada saat faktur diterima. Hal ini menyebabkan nilai utang di buku Anda berbeda dengan tagihan pemasok, yang mempersulit proses rekonsiliasi di akhir bulan. Kesalahan lainnya adalah mencatat diskon berdasarkan total nilai faktur termasuk pajak, padahal diskon biasanya hanya dihitung dari nilai barang (DPP).
Double input atau pencatatan ganda juga sering terjadi jika bagian gudang dan bagian keuangan tidak memiliki komunikasi yang baik. Pastikan ada verifikasi antara surat jalan (penerimaan barang) dan faktur pembelian (tagihan) sebelum data dimasukkan ke dalam sistem akuntansi Anda.
Mengotomatiskan Pembelian Kredit dengan Sparta
Mencatat manual satu per satu di buku besar atau spreadsheet sangat berisiko menimbulkan kesalahan manusia. Dengan menggunakan software ERP seperti Sparta, Anda bisa menerapkan jurnal otomatis akuntansi modern. Saat Anda menginput faktur pembelian, sistem akan otomatis menjurnal persediaan, PPN masukan, dan utang usaha sesuai aturan akuntansi yang berlaku.
Sparta adalah ERP berbasis web yang dirancang untuk bisnis dagang di Indonesia, lengkap dengan fitur multi-gudang dan agen AI Tanya Sparta yang bisa membantu Anda mengecek saldo utang vendor hanya melalui perintah teks. Namun, perlu dicatat bahwa Sparta saat ini masih dalam tahap early access dan belum memiliki fitur POS (kasir), aplikasi native mobile, atau integrasi marketplace. Jika bisnis Anda sangat bergantung pada integrasi API publik atau WhatsApp otomatis, solusi lain mungkin lebih cocok untuk saat ini.
Langkah Praktis Mengelola Utang Usaha
Agar manajemen utang usaha Anda tetap sehat, lakukan langkah-langkah berikut secara rutin:
- Lakukan rekonsiliasi utang setiap akhir bulan dengan meminta pernyataan saldo (statement of account) dari pemasok.
- Prioritaskan pembayaran pada pemasok yang memberikan diskon pelunasan cepat untuk menghemat biaya operasional.
- Gunakan pengingat atau alert untuk tanggal jatuh tempo agar terhindar dari denda keterlambatan.
- Pisahkan tugas antara orang yang menyetujui pembelian dan orang yang melakukan pembayaran untuk mencegah fraud.
Dengan menerapkan pencatatan yang disiplin, Anda tidak hanya memiliki laporan keuangan yang rapi, tetapi juga memiliki data yang kuat untuk bernegosiasi dengan pemasok di masa depan guna mendapatkan termin pembayaran yang lebih longgar atau harga yang lebih kompetitif.



