Cara Mencatat Giro Masuk dan Giro Keluar
Pelajari cara mencatat pembayaran giro masuk dan keluar secara akurat, mulai dari penerimaan bilyet, penanganan jatuh tempo, hingga jurnal untuk giro ditolak.
Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM
Cara mencatat pembayaran giro melibatkan dua tahap utama: pencatatan bilyet saat diterima sebagai piutang giro dan pencatatan pencairan saat dana benar-benar masuk ke rekening bank. Anda harus membedakan antara tanggal bilyet dan tanggal jatuh tempo agar saldo kas tidak semu. Pencatatan yang benar memastikan arus kas terpantau tanpa risiko cek kosong atau keterlambatan kliring.
Alur Giro Masuk dari Pelanggan
Dalam bisnis dagang, pelanggan sering memberikan bilyet giro dengan tanggal mundur sebagai jaminan pembayaran. Secara akuntansi, Anda tidak boleh langsung menambah saldo bank saat menerima kertas bilyet tersebut. Anda perlu memasukkannya ke dalam akun perantara bernama Giro Diterima atau Piutang Giro.
Pemisahan ini krusial untuk menjaga akurasi Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM. Jika Anda langsung mencatatnya sebagai uang di bank, laporan keuangan Anda akan menunjukkan saldo yang tidak bisa digunakan, yang berisiko menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan. Jurnal pertama saat menerima giro adalah mendebit akun Giro Diterima dan mengkredit Piutang Usaha.
Setelah tanggal jatuh tempo tiba dan Anda melakukan kliring ke bank, barulah Anda melakukan jurnal kedua. Pada tahap ini, Anda mendebit akun Bank dan mengkredit akun Giro Diterima. Pastikan Anda menyimpan fotokopi bilyet atau mencatat nomor bilyet di sistem untuk memudahkan pelacakan jika terjadi kendala di kemudian hari.
Prosedur Pencatatan Giro Keluar untuk Supplier
Giro keluar adalah janji pembayaran yang Anda berikan kepada supplier. Meskipun bilyet sudah di tangan supplier, saldo di rekening bank Anda sebenarnya belum berkurang sampai supplier mencairkannya. Namun, untuk menjaga kedisiplinan anggaran, Anda harus segera mencatat kewajiban ini.
Langkah mencatat pembayaran giro keluar dimulai dengan mendebit Utang Usaha dan mengkredit akun Giro Keluar (Hutang Giro). Dengan cara ini, Anda tahu bahwa sebagian saldo bank Anda sudah dipesan atau diplot untuk pembayaran tersebut. Jangan pernah mengabaikan pencatatan ini karena dapat menyebabkan Anda mengeluarkan uang yang sebenarnya sudah tidak tersedia, yang berujung pada penolakan giro oleh bank karena dana tidak cukup.
Pencatatan giro keluar yang disiplin sangat membantu dalam menyusun Laporan Posisi Kas Harian: Format dan Cara Membuatnya. Anda bisa melihat berapa besar komitmen pembayaran yang akan jatuh tempo dalam minggu atau bulan ini sehingga manajemen kas menjadi lebih terkendali.
Cara Menangani Giro Tolak dan Jurnal Baliknya
Giro tolak terjadi ketika bank menolak melakukan kliring, biasanya karena saldo tidak mencukupi, tanda tangan tidak sesuai, atau adanya kesalahan penulisan pada bilyet. Ini adalah situasi yang menantang bagi admin keuangan karena harus membatalkan transaksi yang sebelumnya dianggap selesai.
Jika giro masuk ditolak, Anda harus melakukan jurnal balik untuk mengembalikan status piutang pelanggan. Anda mendebit kembali Piutang Usaha dan mengkredit akun Giro Diterima (jika belum cair) atau mengkredit akun Bank (jika sebelumnya sudah dicatat cair namun ternyata ditolak kemudian). Jangan lupa untuk mencatat biaya administrasi bank yang biasanya dibebankan kepada Anda akibat penolakan tersebut sebagai beban operasional.
Tips mencatat pembayaran giro yang ditolak adalah dengan memberikan catatan khusus pada kartu piutang pelanggan. Jika pelanggan sering memberikan giro yang ditolak, Anda memiliki bukti kuat untuk mengubah syarat pembayaran mereka menjadi tunai di masa depan. Transparansi data ini sangat penting untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan.
Mengelola Laporan Giro Beredar untuk Arus Kas
Laporan giro beredar adalah daftar semua bilyet giro yang telah diterima atau dikeluarkan namun belum jatuh tempo atau belum dicairkan. Laporan ini berfungsi sebagai jembatan antara catatan buku besar dengan kenyataan di lapangan. Tanpa laporan ini, Anda akan kesulitan melakukan rekonsiliasi bank di akhir bulan.
Setiap entri dalam laporan giro beredar minimal harus memuat informasi berikut:
- Nomor bilyet giro.
- Nama bank penerbit.
- Nama pelanggan atau supplier terkait.
- Tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo.
- Nilai nominal giro.
- Status (Belum Jatuh Tempo, Sudah Kliring, atau Ditolak).
Dengan memantau laporan ini secara rutin, kepala gudang atau manajer operasional juga bisa mendapatkan gambaran mengenai kelancaran logistik jika pembayaran berkaitan dengan pengiriman barang. Jika Anda perlu memindahkan dana antar bank untuk menutupi giro yang akan jatuh tempo, Anda bisa merujuk pada panduan Cara Mencatat Transfer antar Rekening Bank.
Contoh Perhitungan dan Jurnal Langkah demi Langkah
Mari kita simulasi transaksi giro masuk dari PT Maju Jaya senilai Rp50.000.000 dengan jatuh tempo 15 hari kemudian. Berikut adalah tabel langkah pencatatannya yang benar.
| Tanggal | Keterangan Transaksi | Akun Debit | Akun Kredit | Nominal |
|---|---|---|---|---|
| 01 Jan | Terima Giro No. 12345 (Jatuh tempo 15 Jan) | Giro Diterima | Piutang Usaha | 50.000.000 |
| 15 Jan | Giro No. 12345 jatuh tempo dan dikliring | Bank BCA | Giro Diterima | 50.000.000 |
| 16 Jan | Bank mengabarkan giro ditolak (dana kurang) | Piutang Usaha | Bank BCA | 50.000.000 |
| 16 Jan | Biaya administrasi giro tolak dari bank | Beban Admin Bank | Bank BCA | 150.000 |
Contoh di atas menunjukkan betapa pentingnya mencatat setiap tahap. Jika Anda melewatkan jurnal pada tanggal 15 Januari dan langsung mencatat penolakan, saldo akun Giro Diterima Anda akan tetap menggantung dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembukuan Giro
Banyak admin keuangan pemula melakukan kesalahan fatal dengan menganggap bilyet giro sama dengan uang tunai. Kesalahan pertama adalah mencatat giro masuk langsung ke akun Kas atau Bank pada hari penerimaan bilyet. Hal ini menyebabkan saldo bank di buku perusahaan jauh lebih besar daripada saldo bank di rekening koran yang sebenarnya.
Kesalahan kedua adalah lupa memantau tanggal jatuh tempo. Akibatnya, bilyet giro menumpuk di laci dan melewati masa berlaku kliring (biasanya 70 hari sejak tanggal penarikan). Jika ini terjadi, Anda harus meminta bilyet baru kepada pelanggan, yang tentu memperlama proses penagihan dan mengganggu hubungan bisnis.
Kesalahan ketiga adalah tidak melakukan rekonsiliasi antara daftar fisik bilyet di brankas dengan saldo di akun Giro Diterima. Selisih yang terjadi seringkali disebabkan oleh giro yang hilang, terselip, atau sudah dicairkan namun lupa dijurnal pencairannya.
Mengotomatiskan Pencatatan Giro dengan Sparta
Mengelola puluhan atau ratusan bilyet giro secara manual sangat berisiko. Sparta hadir sebagai solusi ERP web dalam Bahasa Indonesia yang memudahkan Anda mengelola giro masuk dan keluar. Di Sparta, Anda cukup memasukkan nomor bilyet dan tanggal jatuh tempo saat mencatat pelunasan piutang atau pembayaran utang. Sistem akan secara otomatis menempatkan dana tersebut di akun perantara.
Salah satu fitur unggulan adalah agen AI Tanya Sparta. Anda bisa bertanya, Apa saja giro yang jatuh tempo minggu ini? dan agen AI akan membaca data untuk memberikan daftar lengkapnya. Jika Anda memberikan izin, agen AI bahkan bisa membantu memindahkan saldo dari akun giro ke akun bank sesuai aturan posting yang berlaku. Namun, perlu diingat bahwa Sparta saat ini masih dalam tahap early access. Kami belum memiliki aplikasi native smartphone, integrasi marketplace, fitur batch, atau API publik. Sparta sangat cocok untuk bisnis distribusi yang fokus pada kerapian administrasi keuangan internal.
Langkah Praktis Perapian Administrasi Giro
Untuk memastikan pembukuan giro Anda selalu akurat, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan mulai besok pagi:
- Lakukan inventarisasi fisik semua bilyet giro yang ada di brankas dan cocokkan dengan saldo akun Giro Diterima di buku besar.
- Siapkan map khusus berdasarkan bulan jatuh tempo untuk menyimpan bilyet fisik agar tidak terlewat saat masa kliring tiba.
- Pastikan setiap bilyet yang keluar atau masuk dicatat nomor serinya di sistem atau buku pembantu giro.
- Komunikasikan dengan supplier atau pelanggan dua hari sebelum tanggal jatuh tempo untuk memastikan dana tersedia di rekening mereka.
- Gunakan software akuntansi yang mendukung fitur giro mundur agar jurnal pencairan tidak perlu dilakukan secara manual satu per satu.
Dengan menerapkan panduan mencatat pembayaran giro ini, Anda tidak hanya mengamankan saldo bank, tetapi juga membangun reputasi bisnis yang profesional di mata mitra dan perbankan.


