Cara Mencatat Gaji Karyawan, PPh 21, dan BPJS
Pelajari cara mencatat gaji karyawan, potongan PPh 21, dan BPJS secara akurat menggunakan metode akrual untuk menjaga kesehatan laporan keuangan dan kepatuhan pajak.
Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.
Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM
Cara mencatat gaji karyawan melibatkan lebih dari sekadar mengirim uang ke rekening staf. Anda harus memisahkan beban operasional dengan kewajiban pajak PPh 21 serta iuran BPJS yang dipotong dari gaji. Pencatatan yang benar memastikan laporan laba rugi mencerminkan biaya tenaga kerja yang sesungguhnya dan neraca menampilkan utang pajak yang harus segera disetorkan ke negara melalui sistem Coretax.
Memahami Komponen Gaji Karyawan dalam Akuntansi
Sebelum masuk ke jurnal, Anda perlu membedakan antara beban perusahaan dan potongan karyawan. Beban perusahaan adalah total biaya yang dikeluarkan bisnis, sedangkan potongan adalah bagian dari gaji karyawan yang Anda tahan untuk disetorkan ke pihak ketiga seperti DJP atau BPJS. Komponen ini harus dipetakan dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM yang Anda susun setiap bulan.
Komponen utama biasanya terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap sebagai gaji bruto. Dari sini, terdapat potongan PPh 21 sesuai tarif efektif rata-rata (TER) yang berlaku sejak 2024. Selain itu, ada iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Penting untuk diingat bahwa BPJS memiliki dua sisi: porsi yang dibayar perusahaan (menambah beban gaji) dan porsi yang dipotong dari karyawan (mengurangi gaji bersih).
Jurnal Pengakuan Beban Gaji (Metode Akrual)
Langkah mencatat gaji karyawan yang paling tepat adalah menggunakan metode akrual. Artinya, Anda mencatat beban gaji pada akhir bulan saat karyawan telah menyelesaikan pekerjaannya, meskipun uangnya baru keluar beberapa hari kemudian. Ini penting agar beban tercatat di periode yang sama dengan pendapatan yang dihasilkan karyawan tersebut.
Dalam jurnal akrual, Anda akan mendebit akun Beban Gaji sebesar nilai bruto. Di sisi kredit, Anda tidak langsung mencatat Kas, melainkan Utang Gaji dan Utang Potongan. Teknik ini memberikan gambaran kewajiban perusahaan yang belum lunas pada tanggal tutup buku. Jika Anda juga memiliki kewajiban lain seperti pinjaman, Anda bisa mempelajari Cara Mencatat Pinjaman Bank, Bunga, dan Angsuran untuk melihat kemiripan pola pencatatan utang lancar.
Mencatat Potongan PPh 21 dan BPJS dengan Benar
Potongan PPh 21 adalah amanah dari negara kepada perusahaan untuk memotong pajak penghasilan karyawan. Sejak Januari 2025, pelaporan ini dilakukan sepenuhnya melalui portal Coretax. Anda harus mencatat potongan ini sebagai Utang PPh 21 di neraca. Jangan mencatatnya sebagai beban perusahaan karena pajak ini pada hakikatnya adalah beban karyawan yang Anda bantu bayarkan.
Untuk BPJS, perhitungannya sedikit lebih kompleks. Iuran BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JKK, JKM, JP) dan BPJS Kesehatan memiliki persentase tetap dari gaji. Tips mencatat gaji karyawan yang efektif adalah dengan memisahkan akun Utang BPJS Karyawan dan Utang BPJS Perusahaan. Hal ini memudahkan rekonsiliasi saat tagihan dari portal BPJS muncul di bulan berikutnya.
Contoh Perhitungan Langkah demi Langkah
Mari kita gunakan contoh angka spesifik. Misalkan karyawan Anda memiliki gaji pokok Rp10.000.000 dengan status PTKP K/0. Berdasarkan aturan TER, tarif pajaknya adalah 2 persen. Berikut adalah simulasi perhitungannya:
| Komponen | Porsi Karyawan (Potongan) | Porsi Perusahaan (Beban Tambahan) |
|---|---|---|
| Gaji Pokok | Rp10.000.000 | n/a |
| PPh 21 (TER 2%) | Rp200.000 | n/a |
| BPJS Kesehatan (5%) | Rp100.000 (1%) | Rp400.000 (4%) |
| BPJS JHT (5,7%) | Rp200.000 (2%) | Rp370.000 (3,7%) |
| BPJS JP (3%) | Rp100.000 (1%) | Rp200.000 (2%) |
| BPJS JKK & JKM | n/a | Rp54.000 (misal 0,54%) |
Berdasarkan tabel di atas, Gaji Bersih (Take Home Pay) yang diterima karyawan adalah Rp10.000.000 dikurangi total potongan Rp600.000, yaitu Rp9.400.000. Namun, total beban gaji bagi perusahaan adalah Rp10.000.000 ditambah total iuran porsi perusahaan (Rp1.024.000), sehingga totalnya menjadi Rp11.024.000.
Jurnal Akuntansi yang Diperlukan
Panduan mencatat gaji karyawan berlanjut ke pembuatan entri jurnal. Ada tiga tahap utama: pengakuan beban, pembayaran gaji, dan penyetoran potongan ke kas negara.
1. Jurnal Pengakuan Beban (30 September): Debit Beban Gaji Rp10.000.000, Debit Beban Tunjangan BPJS Rp1.024.000. Kredit Utang Gaji Rp9.400.000, Kredit Utang PPh 21 Rp200.000, Kredit Utang BPJS Rp1.424.000 (gabungan porsi karyawan dan perusahaan).
2. Jurnal Pembayaran Gaji (1 Oktober): Debit Utang Gaji Rp9.400.000 dan Kredit Kas/Bank Rp9.400.000. Pada tahap ini, uang benar-benar keluar dari rekening perusahaan ke karyawan.
3. Jurnal Penyetoran Pajak dan BPJS (Maksimal tanggal 10 dan 15): Debit Utang PPh 21 dan Utang BPJS, lalu Kredit Kas/Bank. Dengan begini, semua akun kewajiban di neraca akan kembali nol setelah penyetoran selesai.
Penyetoran dan Pelaporan Lewat Coretax
Memasuki tahun 2026, sistem Coretax telah menggantikan semua aplikasi perpajakan lama. Mencatat gaji karyawan dengan benar sangat krusial karena data potongan PPh 21 yang Anda masukkan ke sistem harus cocok dengan catatan akuntansi Anda. Jika terjadi selisih, proses audit internal maupun pemeriksaan pajak akan menjadi sulit.
Pastikan Anda menerbitkan Bukti Potong Unifikasi melalui Coretax untuk setiap karyawan. Bukti ini merupakan syarat bagi karyawan untuk melaporkan SPT Tahunan mereka. Jika Anda menjual aset perusahaan untuk menutupi biaya operasional termasuk gaji, pastikan Anda melihat Cara Mencatat Penjualan Aset Tetap dan Laba Ruginya agar pelaporan pajaknya juga sinkron.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pencatatan Gaji
Salah satu kesalahan paling umum adalah mencatat gaji hanya sebesar nilai bersih yang ditransfer. Ini salah karena beban gaji perusahaan jadi terlihat lebih kecil dari aslinya, sehingga laporan laba rugi tidak akurat. Selain itu, banyak bisnis lupa mencatat porsi BPJS yang ditanggung perusahaan sebagai beban, padahal itu adalah pengurang pajak (deductible expense) yang sah.
Kesalahan lainnya adalah mencampuradukkan uang pribadi pemilik dengan gaji karyawan. Tanpa pemisahan yang jelas, Anda akan kesulitan melihat produktivitas tenaga kerja dibandingkan dengan omzet yang dihasilkan. Selalu gunakan akun bank khusus operasional untuk transaksi penggajian agar audit log tetap bersih.
Mengotomatiskan Pencatatan Gaji dengan Sparta
Mengelola jurnal gaji secara manual untuk puluhan karyawan sangat berisiko salah hitung. Sparta sebagai ERP web menyediakan fitur akuntansi yang memungkinkan Anda mengatur aturan posting untuk beban gaji dan potongan secara konsisten. Meskipun Sparta saat ini belum memiliki modul payroll otomatis yang menghitung absensi, Anda tetap bisa menggunakan fitur jurnal otomatis akuntansi modern untuk mencatat transaksi gaji dengan cepat.
Dengan bantuan agen AI Tanya Sparta, Anda bisa bertanya, Berapa total beban gaji bulan lalu termasuk BPJS? dan AI akan membaca data dari buku besar Anda untuk memberikan jawaban instan. Sparta juga memastikan setiap perubahan data tercatat dalam audit log, sehingga Anda bisa melacak siapa yang menginput data gaji tersebut. Bagi bisnis distribusi yang memiliki banyak gudang, Sparta membantu mengalokasikan beban gaji ke masing-masing pusat biaya dengan fitur multi-gudangnya.
Langkah Praktis Akhir Bulan untuk Tim Keuangan
- Siapkan rekapitulasi gaji bruto, lembur, dan tunjangan seluruh karyawan.
- Hitung potongan PPh 21 menggunakan skema TER yang sesuai dengan status PTKP masing-masing.
- Hitung iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan porsi karyawan dan perusahaan.
- Buat jurnal akrual di akhir bulan untuk mengakui beban dan utang.
- Lakukan transfer gaji melalui bank dan catat jurnal pembayarannya.
- Setorkan PPh 21 melalui Coretax dan iuran BPJS melalui portal resmi sebelum batas waktu berakhir.
- Lakukan rekonsiliasi bank untuk memastikan saldo kas sesuai dengan catatan di sistem akuntansi.



