Sparta
Akuntansi

Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM Sederhana

Pelajari cara membuat laporan keuangan UMKM sederhana sesuai SAK EMKM mulai dari pencatatan harian, laba rugi, hingga neraca untuk memantau kesehatan bisnis Anda.

Tim Sparta6 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM

Cara membuat laporan keuangan UMKM dimulai dengan mencatat setiap transaksi harian, memisahkan rekening pribadi dari usaha, dan menyusunnya ke dalam tiga laporan utama: Laba Rugi, Posisi Keuangan atau Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Panduan ini dirancang agar pemilik warung atau toko kecil dapat memantau kesehatan bisnis tanpa perlu latar belakang akuntansi yang rumit namun tetap sesuai standar akuntansi.

Laporan Keuangan Minimal Menurut SAK EMKM

Banyak pemilik usaha mikro merasa terbebani dengan standar akuntansi yang terlihat rumit. Padahal, bagi pelaku usaha kecil di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan SAK EMKM atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. Standar ini jauh lebih sederhana dibandingkan standar untuk perusahaan besar atau emiten saham. Fokus utamanya adalah memberikan informasi posisi keuangan dan kinerja tanpa menuntut detail yang berlebihan.

Dalam Cara Membuat Laporan Keuangan: Panduan Lengkap untuk UKM, dijelaskan bahwa minimal ada tiga komponen yang harus Anda miliki. Pertama adalah Laporan Laba Rugi untuk melihat keuntungan. Kedua adalah Laporan Posisi Keuangan atau Neraca untuk melihat aset dan utang. Ketiga adalah Catatan atas Laporan Keuangan atau CALK yang berisi penjelasan tambahan mengenai angka-angka tersebut.

Dengan mengikuti standar ini, Anda tidak hanya merapikan administrasi internal. Laporan yang sesuai standar juga mempermudah Anda saat ingin mengajukan pinjaman ke bank atau melaporkan pajak sesuai aturan Coretax yang berlaku mulai 1 Januari 2025. Bagi UMKM, pajak biasanya menggunakan tarif PPh Final 0,5 persen dari omzet jika memenuhi syarat tertentu, namun pencatatan aset tetap diperlukan untuk transparansi bisnis.

Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Langkah membuat laporan keuangan UMKM yang paling fundamental namun sering diabaikan adalah pemisahan dompet. Jika Anda masih menggunakan satu rekening untuk belanja dapur dan kulakan barang dagangan, laporan keuangan Anda tidak akan pernah akurat. Anda akan kesulitan menentukan apakah saldo yang tersisa adalah keuntungan usaha atau uang sisa belanja bulanan keluarga.

Mulailah dengan membuka rekening bank terpisah khusus untuk operasional bisnis. Semua uang hasil penjualan harus masuk ke rekening ini, dan semua biaya operasional seperti listrik toko atau gaji karyawan harus keluar dari sini. Jika Anda butuh uang untuk keperluan pribadi, ambillah dalam bentuk gaji tetap atau prive (pengambilan modal) yang dicatat secara resmi. Dengan cara ini, Anda bisa melihat dengan jelas berapa modal yang benar-benar bekerja untuk usaha Anda.

Mencatat Transaksi Harian Secara Disiplin

Tips membuat laporan keuangan UMKM yang paling ampuh adalah disiplin mencatat setiap hari. Jangan menunggu akhir bulan untuk merekap nota yang sudah menumpuk atau bahkan hilang. Anda bisa menggunakan buku kas sederhana atau aplikasi spreadsheet untuk mencatat arus masuk dan keluar.

Setiap catatan transaksi minimal harus mengandung informasi berikut:

  1. Tanggal transaksi dilakukan.
  2. Keterangan singkat mengenai jenis transaksi (misal: Jual beras 5kg atau Bayar listrik).
  3. Kategori akun (Penjualan, Pembelian, atau Biaya).
  4. Nilai nominal uang.
  5. Status pembayaran (Tunai atau Piutang/Utang).

Jika Anda memiliki banyak transaksi setiap harinya, mempertimbangkan penggunaan jurnal otomatis akuntansi modern akan sangat membantu. Sistem ini akan mengubah setiap nota penjualan atau faktur pembelian menjadi catatan akuntansi secara instan tanpa perlu input manual dua kali. Hal ini mengurangi risiko kesalahan manusia yang sering terjadi saat menyalin angka dari nota ke buku besar.

Menyusun Laba Rugi Sederhana

Laporan Laba Rugi berfungsi untuk menunjukkan apakah usaha Anda menghasilkan keuntungan atau justru merugi dalam periode tertentu, misalnya satu bulan. Rumus dasarnya sederhana: Pendapatan dikurangi Beban. Untuk UMKM dagang seperti warung sembako, Anda perlu menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk mendapatkan laba kotor sebelum dikurangi biaya operasional.

Mari kita ambil contoh angka untuk Warung Barokah selama bulan Januari:

Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana Warung Barokah
KategoriDetailJumlah (Rupiah)
PendapatanTotal Penjualan Januari15.000.000
HPPModal Barang yang Terjual9.000.000
Laba KotorPenjualan dikurangi HPP6.000.000
Biaya OperasionalListrik, Air, Kebersihan300.000
Biaya GajiGaji 1 Karyawan Part-time1.500.000
Biaya SewaSewa Kios (Proporsional Bulanan)500.000
Laba BersihLaba Kotor dikurangi Total Biaya3.700.000

Dari contoh di atas, pemilik warung tahu bahwa meskipun uang yang masuk mencapai 15 juta rupiah, keuntungan bersih yang bisa dinikmati hanya 3,7 juta rupiah. Angka inilah yang menjadi dasar untuk pengambilan keputusan, misalnya apakah ingin menambah stok barang atau menabung untuk ekspansi.

Menyusun Neraca Sederhana untuk UMKM

Laporan Posisi Keuangan atau Neraca menggambarkan kekayaan usaha Anda pada tanggal tertentu. Neraca harus selalu seimbang antara sisi Aset (apa yang dimiliki) dengan sisi Liabilitas dan Ekuitas (sumber pendanaan aset tersebut). Pelajari lebih dalam mengenai Cara Membuat Neraca: Langkah dan Contoh Perusahaan Dagang untuk memahami struktur yang lebih detail.

Berikut adalah contoh neraca sederhana untuk UMKM per 31 Januari:

  • Aset Lancar: Kas di tangan Rp2.000.000, Saldo Bank Rp5.000.000, Stok Barang Rp3.000.000.
  • Aset Tetap: Peralatan Toko (Rak/Meja) setelah penyusutan Rp1.500.000.
  • Total Aset: Rp11.500.000.
  • Utang: Utang ke Supplier Rp1.000.000.
  • Modal (Ekuitas): Modal Awal Rp6.800.000 ditambah Laba Berjalan Rp3.700.000 = Rp10.500.000.
  • Total Liabilitas dan Ekuitas: Rp11.500.000.

Perhatikan bahwa total aset (11,5 juta) sama dengan jumlah utang dan modal (11,5 juta). Jika angka ini tidak sama, berarti ada transaksi yang belum tercatat atau salah input. Membuat laporan keuangan umkm dengan benar mengharuskan keseimbangan ini terjaga setiap periode.

Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Banyak pemilik UMKM mengabaikan CALK karena dianggap hanya untuk perusahaan besar. Padahal, CALK versi UMKM sangat sederhana. Isinya cukup menjelaskan kebijakan akuntansi yang Anda gunakan. Misalnya, Anda mencatat bahwa stok barang dinilai berdasarkan harga beli terakhir, atau Anda menyebutkan bahwa peralatan toko disusutkan selama 4 tahun menggunakan metode garis lurus.

CALK juga berfungsi untuk menjelaskan peristiwa penting yang tidak terlihat di angka. Contohnya, jika ada piutang pelanggan yang macet dan kemungkinan besar tidak terbayar, Anda bisa menjelaskannya di sini. Ini memberikan gambaran yang lebih jujur bagi siapa pun yang membaca laporan keuangan Anda, termasuk jika Anda ingin mengajak rekan kerja sama atau investor di masa depan.

Menggunakan Teknologi untuk Mempermudah Proses

Panduan membuat laporan keuangan umkm secara manual memang bagus untuk memahami dasar akuntansi. Namun, seiring berkembangnya usaha, pencatatan manual akan memakan waktu terlalu lama dan rentan salah hitung. Di sinilah peran sistem ERP sederhana menjadi relevan untuk membantu operasional harian Anda.

Sparta hadir sebagai solusi ERP web dalam Bahasa Indonesia yang dirancang untuk bisnis dagang dan distribusi. Dengan Sparta, Anda bisa mengelola penjualan, pembelian, dan stok multi-gudang secara terintegrasi. Setiap kali Anda membuat invoice penjualan, sistem secara otomatis memperbarui stok dan mencatat jurnal akuntansi. Anda bahkan bisa bertanya kepada agen AI Tanya Sparta untuk membacakan laporan laba rugi atau membantu memindahkan stok antar gudang sesuai izin yang Anda berikan.

Penting untuk dicatat bahwa Sparta saat ini masih dalam tahap early access. Saat ini kami belum menyediakan fitur POS atau kasir, aplikasi native untuk ponsel, integrasi marketplace, fitur batch/expiry, fitur manufaktur, API publik, maupun integrasi WhatsApp. Sparta sangat cocok bagi distributor atau toko grosir yang membutuhkan pencatatan akuntansi dan stok yang rapi tanpa kerumitan sistem manufaktur.

Langkah Praktis Memulai Hari Ini

Jangan menunggu usaha Anda besar untuk mulai membuat laporan keuangan. Berikut adalah langkah praktis yang bisa Anda lakukan sekarang juga untuk merapikan pembukuan UMKM Anda:

  1. Kumpulkan semua nota pembelian dan bukti penjualan dalam satu minggu terakhir.
  2. Pisahkan uang tunai usaha dari dompet pribadi Anda ke dalam kotak kas kecil khusus.
  3. Buat tabel sederhana di buku tulis atau Excel dengan kolom Tanggal, Keterangan, Masuk, Keluar, dan Saldo.
  4. Identifikasi aset tetap yang Anda miliki (seperti timbangan, rak, atau motor operasional) dan catat harga belinya.
  5. Jika Anda merasa kewalahan dengan tumpukan kertas, pertimbangkan untuk beralih ke sistem digital yang bisa mengotomatisasi jurnal seperti Sparta.

Dengan memiliki laporan keuangan yang rapi, Anda bukan lagi sekadar pedagang yang menunggu pembeli, melainkan seorang pemilik bisnis yang mengendalikan masa depan usahanya berdasarkan data yang akurat. Mulailah dari yang paling sederhana, dan biarkan sistem tumbuh seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan