Sparta
Pajak

Cara Membuat Faktur Pajak di Coretax Langkah demi Langkah

Pelajari cara membuat faktur pajak di Coretax dengan benar untuk bisnis distribusi sparepart, mencakup pengisian NITKU, kode transaksi, hingga DPP nilai lain.

Tim Sparta7 menit baca

Disusun dengan bantuan AI berdasarkan panduan editorial Sparta, lalu melewati pemeriksaan struktur, keunikan, dan konsistensi otomatis. Lihat metodologi editorial.

Bagian dari panduan Panduan Coretax DJP untuk Bisnis: Dari Aktivasi sampai Lapor

Cara membuat faktur pajak di Coretax kini lebih praktis karena sistemnya berbasis web dan nomor seri faktur pajak (NSFP) diberikan secara otomatis saat perekaman. Anda tidak perlu lagi meminta jatah nomor secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Cukup masuk ke Portal Wajib Pajak, pilih menu perpajakan, dan isi detail transaksi mulai dari identitas pembeli hingga rincian barang kena pajak secara sistematis.

Persiapan sebelum membuat faktur pajak di Coretax

Sebelum masuk ke aspek teknis pengisian, Anda harus memastikan bahwa profil wajib pajak sudah teraktivasi sepenuhnya di sistem Coretax. Berbeda dengan aplikasi e-Faktur lama yang memerlukan instalasi database di komputer lokal, Coretax berjalan sepenuhnya di peramban web. Hal ini memudahkan admin keuangan untuk bekerja dari mana saja asalkan memiliki akses internet yang stabil.

Beberapa hal yang wajib Anda siapkan meliputi Sertifikat Elektronik yang masih berlaku, Passphrase, dan data transaksi yang valid. Jika Anda belum familiar dengan transisi sistem ini, sebaiknya pelajari Panduan Coretax DJP untuk Bisnis: Dari Aktivasi sampai Lapor agar tidak ada kendala saat proses autentikasi. Pastikan juga Anda sudah memiliki data lawan transaksi seperti NPWP 16 digit atau NIK yang sudah tervalidasi.

Selain itu, siapkan daftar barang atau jasa yang akan ditagihkan. Dalam konteks bisnis sparepart, kode barang internal Anda sebaiknya sudah dipetakan ke kategori barang yang ada di sistem DJP. Persiapan yang matang di awal akan mencegah kesalahan input yang berujung pada pembatalan faktur.

Mengisi data pembeli dan NITKU dengan tepat

Langkah membuat faktur pajak di Coretax dimulai dengan menentukan identitas pembeli. Di sistem baru ini, penggunaan Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU) menjadi sangat krusial, terutama jika pembeli Anda adalah perusahaan yang memiliki banyak cabang. Anda harus memastikan apakah faktur ditujukan ke pusat atau ke cabang tertentu sesuai dengan alamat pengiriman barang.

Saat Anda memasukkan NPWP 16 digit pembeli, sistem Coretax akan secara otomatis menarik data nama dan alamat dari database pusat. Jika pembeli adalah orang pribadi yang tidak memiliki NPWP, Anda dapat menggunakan NIK. Pastikan status NPWP/NIK tersebut aktif. Jika sistem memberikan peringatan bahwa data tidak ditemukan, Anda perlu mengonfirmasi kembali kepada pembeli sebelum melanjutkan proses.

Pemilihan kode transaksi juga dilakukan pada tahap ini. Untuk penjualan sparepart kepada perusahaan swasta umum, Anda biasanya menggunakan kode 01. Namun, jika Anda bertransaksi dengan pemungut PPN (seperti instansi pemerintah atau BUMN), kode transaksi yang digunakan adalah 02 atau 03. Kesalahan dalam memilih kode transaksi akan mengakibatkan kesalahan pada pelaporan SPT Masa PPN Anda.

Memasukkan detail transaksi dan kode barang sparepart

Setelah data identitas lengkap, langkah selanjutnya adalah mengisi detail barang. Dalam panduan membuat faktur pajak di Coretax ini, kita akan menggunakan contoh penjualan komponen mesin. Anda perlu memasukkan nama barang secara spesifik agar mudah diidentifikasi saat audit atau pemeriksaan.

Misalkan Anda menjual Piston Kit dan Gasket Set kepada toko ritel. Anda harus memasukkan setiap item sebagai baris baru. Coretax menyediakan kolom untuk jumlah barang, harga satuan, dan diskon jika ada. Sistem akan menghitung total harga jual secara otomatis setelah dikurangi potongan harga.

Contoh rincian barang untuk pengisian faktur pajak sparepart.
Nama BarangJumlahHarga Satuan (IDR)Total Harga (IDR)
Piston Kit RX-Series10250.0002.500.000
Gasket Set Top Engine20150.0003.000.000
Busi Iridium High Performance5095.0004.750.000

Perhatikan bahwa deskripsi barang sebaiknya mencakup tipe atau nomor seri jika memungkinkan. Hal ini sangat membantu bagian gudang dan purchasing pelanggan Anda dalam melakukan rekonsiliasi data stok mereka dengan faktur pajak yang mereka terima (faktur pajak masukan).

Memahami DPP nilai lain dan simulasi PPN 12 persen

Dalam beberapa kasus distribusi tertentu, Anda mungkin menggunakan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Nilai Lain. Sesuai regulasi, untuk penyerahan barang tertentu, DPP yang digunakan adalah 11/12 dari harga jual jika tarif efektif yang diinginkan adalah 1 persen (dalam skema PPN 11 persen). Namun, Anda harus sangat berhati-hati dalam menerapkan ini karena Coretax memiliki validasi ketat terhadap kode jenis setoran dan objek pajak.

Mulai 1 Januari 2025, tarif PPN umum akan naik menjadi 12 persen sesuai amanat Undang-Undang HPP. Jika Anda membuat faktur untuk transaksi yang terjadi setelah tanggal tersebut, sistem Coretax akan menyesuaikan perhitungan secara otomatis. Berikut adalah simulasi perhitungannya untuk memudahkan Anda:

  • Harga Jual Sparepart: Rp10.000.000
  • DPP (Jika standar): Rp10.000.000
  • PPN 12% (Mulai 2025): Rp1.200.000
  • Total yang harus dibayar pembeli: Rp11.200.000
  • Jika menggunakan DPP Nilai Lain (11/12) untuk PPN 11%: DPP menjadi Rp9.166.667 dengan PPN Rp1.008.333

Tips membuat faktur pajak di Coretax dengan benar adalah selalu melakukan pengecekan ulang pada bagian 'Summary' sebelum menekan tombol simpan. Pastikan nilai PPN yang tertera sudah sesuai dengan kesepakatan harga di invoice komersial Anda, apakah harga tersebut sudah termasuk pajak (include) atau belum (exclude).

Menandatangani dan mengunggah faktur pajak

Setelah semua data terisi, langkah terakhir adalah proses penandatanganan secara elektronik. Di Coretax, Anda tidak perlu lagi melakukan proses 'Upload' manual yang sering kali tersangkut (stuck) seperti di aplikasi desktop. Begitu Anda mengklik tombol 'Submit' atau 'Kirim', sistem akan meminta verifikasi melalui Sertifikat Elektronik.

Anda akan diminta mengunggah file sertifikat (.p12) dan memasukkan passphrase. Jika verifikasi berhasil, faktur pajak akan langsung mendapatkan status 'Sukses' dan NSFP akan tertera pada dokumen PDF faktur tersebut. Anda bisa langsung mengunduh file PDF faktur atau mengirimkannya melalui email kepada pembeli langsung dari dashboard Coretax.

Jika Anda memiliki ratusan transaksi dalam sehari, memasukkan data satu per satu tentu tidak efisien. Anda bisa mempertimbangkan metode Cara Impor Faktur Pajak XML ke Coretax untuk Faktur Massal guna mempercepat proses kerja admin keuangan Anda. Metode impor ini memungkinkan Anda mengunggah data dari sistem internal dalam jumlah besar sekaligus.

Tips membuat faktur pajak di Coretax agar tidak ditolak

Sistem Coretax memiliki validasi yang jauh lebih ketat dibandingkan sistem sebelumnya. Salah satu penyebab utama faktur ditolak adalah ketidaksesuaian antara tanggal faktur dengan masa pajak yang sedang dibuka. Pastikan Anda membuat faktur tepat waktu, paling lambat pada akhir bulan penyerahan barang atau saat penerimaan pembayaran.

Gunakan fitur draf jika Anda masih ragu dengan data pembeli. Faktur yang masih berstatus draf belum menggunakan jatah NSFP dan masih bisa diubah atau dihapus tanpa konsekuensi hukum. Namun, begitu faktur sudah disubmit dan ditandatangani, setiap perubahan harus dilakukan melalui mekanisme faktur pengganti atau pembatalan faktur.

Selalu sinkronkan data penjualan Anda dengan laporan stok gudang. Untuk bisnis sparepart yang memiliki ribuan SKU, perbedaan nama barang antara invoice dan faktur pajak sering kali menjadi temuan saat audit. Konsistensi data adalah kunci utama dalam kepatuhan pajak yang aman.

Mengelola data pajak melalui Sparta ERP

Sparta merupakan ERP berbasis web yang dirancang untuk membantu bisnis dagang dan distribusi di Indonesia dalam merapikan administrasi sebelum masuk ke tahap perpajakan. Dengan Sparta, Anda dapat mencatat penjualan, memantau stok multi-gudang, dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Agen AI Tanya Sparta bahkan dapat membantu Anda memeriksa total penjualan bulanan hanya melalui perintah teks, sehingga admin tidak perlu menghitung manual saat akan mencocokkan data dengan Coretax.

Perlu dicatat bahwa Sparta saat ini masih dalam tahap early access dan belum memiliki integrasi API publik atau fitur impor otomatis langsung ke Coretax. Namun, Sparta sangat andal dalam menyiapkan data bersih yang siap Anda gunakan untuk pengisian manual atau persiapan skema impor di portal DJP. Sparta juga belum mendukung fitur batch/expiry atau aplikasi native ponsel, sehingga lebih cocok untuk operasional kantor dan gudang yang menggunakan komputer atau laptop.

Langkah praktis setelah faktur pajak terbit

Setelah faktur berhasil dibuat di Coretax, jangan lupa untuk melakukan langkah-langkah berikut guna memastikan administrasi perusahaan tetap rapi:

  1. Unduh PDF faktur pajak dan simpan di folder arsip digital perusahaan berdasarkan bulan dan tahun.
  2. Kirimkan PDF faktur pajak kepada pelanggan bersamaan dengan invoice komersial dan surat jalan.
  3. Catat nomor faktur pajak pada sistem pembukuan internal Anda untuk memudahkan rekonsiliasi kas masuk.
  4. Periksa secara berkala menu 'Daftar Faktur Pajak Keluaran' di Coretax untuk memastikan tidak ada faktur yang terlupa dilaporkan.
  5. Lakukan rekonsiliasi antara total PPN Keluaran di Coretax dengan saldo akun utang PPN di buku besar Anda setiap akhir bulan.

Dengan mengikuti panduan membuat faktur pajak di Coretax secara disiplin, risiko sanksi administrasi akibat keterlambatan atau kesalahan input dapat diminimalisir. Pastikan tim keuangan Anda selalu memperbarui pengetahuan mengenai aturan teknis terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak agar operasional bisnis tetap berjalan lancar.

Pertanyaan yang sering diajukan